Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Tools


System Mechanic












Download Versi 8 : http://ziddu.com/downloadlink/7115316/SystemMechanic_8.rar
Download versi 7 : http://ziddu.com/downloadlink/7114950/SystemMechanic__SHEVA_upload99.com.rar

Download  Versi 3.6 / 3.7 : http://ziddu.com/downloadlink/7112624/SystemMechanicv.3.rar

Tune Up Utilities 2009


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7113970/TuneUp2009.rar
Download : http://ziddu.com/downloadlink/711337/TuneUp_Utilities_2009_v.8.0.2000_Portable_spirkov.rar

RegistryMechanic8.0.0.907


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112499/RegistryMechanic8.0.0.907.rar

USB Safely Remove Portable


 








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112299/portableUSBSafelyRemovePortable.rar

PCI file recovery


 





Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112215/pci_filerecovery.rar

HDD Regenerator 1.71 Full


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112058/HDD_Regenerator_1.71_Full.rar

Portable  PDF Password Remover 3.0


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105817/Port_PDF_Password_Remover_3.0.rar

Instant LOCK Hide Lock File-Folders V2.5 INC crack


 






Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105357/nstant_LOCK_Hide-Lock__File-Folders_V2.5_INC_crack.rar

versi 3.0.8

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105307/ESCilockstp3.0.8.rar

Deep.Freeze.Standard.6.53.020.2763


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105258/Deep.Freeze.Standard.6.53.020.2763.rar

Serial Keys


 








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7047793/serialKeys.rar

BWMeter_4.2.1


 






Download : http://ziddu.com/downloadlink/7030951/BWMeter_4.2.1.rar

   

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Accesories

Dirrect_X11









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026816/Dirrect_X11.rar
 
Directx-9.0c












Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026700/directx-9.0c-control-panel.zip

Java environtment









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026701/jxpiinstall.rar

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Antivirus

Symantec V 9.0








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7027066/Symantecv.9.rar

PCMAV 2.2 Valkyrie







Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026533/pcmav_2.2_valkyrie.zip

Ansav












Download : http://ziddu.com/downloadlink/3363711/ESCansav-setup.rar

SMADAV

Versi 3.7
Download : http://ziddu.com/downloadlink/3364037/ESCSMADAV3.7.zip
Versi 7.0

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026412/smadav70.zip
Versi 7.1

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026462/smadav71.zip

  

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Billing

Billing explorer 4.43 R-17 deskpro R-07 full version   








   

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7030234/Billing2007.rar
Password : http://yobookku.blogspot.com

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Browser

Opera 10


Download : 
http://www.ziddu.com/downloadlink/7031709/opera10.rar
or
http://www.ziddu.com/downloadlink/7031151/opera10.rar





Mozilla FireFox 3.5.3

  Download : http://www.4shared.com/file/162005167/6c4c04dd/Firefox_Setup_353.html






Internet Explorer 7.0


Download : http://www.4shared.com/file/162011400/10bb4af4/Internet_Explorer_7.html

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Create Burn Image

PowerISO_45_2b


















Download : http://www.ziddu.com/downloadlink/7031454/PowerISO_45_2b_SOFT-BEST.NET_.rar

Audio Label V4.3.0.0 Build 1













Download : http://www.4shared.com/file/162033134/eaf9842e/AudioLabelv4300Build1wwwsoftar.html

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Style Theme

Al-Qur'an Screen Sever










Download : http://ziddu.com/downloadlink/7047794/Al-Quranscreensaversetup.rar

Sebuah Cerita Tentang System Registry


 
Bagi pemakai yg belum mengenal registry tentunya akan bertanya apa itu registry?, apa kegunaannya?apa hubungannya dgn windows?dan pernik2 registry lainnya.
Hingga kini registry masih saja merupakan misteri,dan hanya sedikit orang saja yang mengetahui rahasianya. Hal ini karena informasi mengenai registry sangatlah kurang . Apa dan bagaimana registry sepertinya dirahasiakan oleh microsoft.Registry adalah sekumpulan informasi yg memuat konfigurasi hardware maupun software yg diinstal diPC .Disamping itu ,registry juga berisi tentang informasi mengenai konfigurasi windows itu sendiri , misalnya informasi control panel ,desktop,pengolahan akses, validasi login ,pengaturan virtual memori optimasi sistem dan sebagainya.

 Menyambung dari posting saya yang terdahulu, dimana sudah saya posting cara bermain-main dengan registry windows / Regedit maka saya posting juga sejarahnya system registry.


SEJARAH REGISTRY

registry dikembangkan mulai microsoft windows 95 dgn tujuan untuk menyempurnakan keterbatasan file SYSTEM.INI dan WIN.INI .Mulanya file SYSTEM.INI dan WIN.INI digunakan oleh microsodt untuk mengatur semua fungsi dan akses windows maupun aplikasi lain.setiap perubahan CD driver ,font dan konfigurasi lain selalu disimpan pada ke2 file tersebut.Hampir setiap program /aplikasi yang diinstl menambahkan informasi atau referensi pada file tersebutyang nantinya akan digunakan pada saat dibutuhkan.

Namun masalahnya suatu program di-uninstal , referensi atau informasi yang disimpan pada file .INI tersebut tidak ikut dihapus .Hal ini tentunya akan mengakibatkan file.INI semakin lama semakin membesar ukurannya.sebagai konsekuensinya akan mengurangi kinerj sistem , karena windosw akan me-load file.INI yang ukurannya besar dan me-load informasi yang ternyata sudh tidak berguna lagi.

selain itu, file.INI juga mempunyai keterbatasan ukuran ,yaitu tidak boleh melebihi 64 KB .jika ukuran file.INI melebihi batas 64 KB ,akan terjadi kekacauan pada sistem windows . sitem menjadi tidak stabil dan bisa terjadi crash kapan saja.

untuk mengatasi masalah ini, maka pengembang software membuat file konfigurasi tersendiri ,katakanlkah EXEL.INI,WINMP.INI ,dan sebagainya .semua konfigurasi program tersebut disimpan pada file.INI tersendiri dan hanya menambh referensi atau penunjuk kefile.INI dalam SYSTEM.INI dan WIN.INI .Hal ini tentunya akan mengurangi penambahan informasi pada kedua file.INI tersebut.

Namun metode ini ternyata memiliki kelemahan yaitu perkembangan ukuran file.INI tambahan menjadi tidak terkendali ,dan akan semakin memboroskan memori serta menghambt kerja sistem.selain itu,karena file.INI sebenarnya merupakan file teks biasa , maka terbuka kemungkinan untuk dimodifikasi secara manual .Jika pengubahan informasi pada file.INI kurang tepat,maka dapat menimbulkan resiko ,misal crash pada aplikasi yang menggunakn filoe.INI tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini ,dikembangkanlh registry.Registry terdiri dari beberapa file yang bertugas untuk mengatur semua hal yang berhubungan dengan sistem operasi, bagaimna berubungan dengan hardware ,bagaimana menanggapi permintaan suatu perangkat/hardware ,bagaimana mengatur dan menyediakan informasi untuk suatu program ,bagaimna berinteraksi dengan pengguna ,dan sebagainya .Registry dikembangkan untuk bekerja optimal dengan program dan driver 32 bit .selain itu batasan mengenai ukuran registry sangat besar ,yaitu 40 MB .dibandingkn dengan file SYSTEM.INI dan WIN.INI yang hanya 64 KB.

INFORMASI REGISTRY

registry memuat informasi driver dan aplikasi 32 bit hanya bekerja diIingkungan Windows 9x dan Windows NT. Namun driver 16 bit tidak dapat berjalan pada lingkungan Windows NT,registry-lah yang mengatur konfigurasi semua perangkat walaupun secara al diatur oleh BIOS.
Pada Windows 9x, driver 16 bit masth tetap bekeria melalui modus real mode dan diatur pada SYSTEM.INI. secara umum informasi yang dimuat dalam registry dapat dibedatiga, yaitu:
  1. Informasi mengenai hardware dan driver .Registry merupakan database yang memuat informasi mengenai driver 32 bit, seperti konfigurasi, nama file, versi driver dan sebagainya. Informasi ini juga meliputi letak suatu hardware pada PC Anda. Setiap Windows berkomunikasi dengan suatu hardware, maka Windows rnenggunakan driver yang telah ditentukan walaupun sebenarnya perangkat tersebut dapat diakses tanpa menggunakan driver, yaitu langsung melalui BIOS. 
  2. Informasi mengenai aplikasi. Registry memuat informasi mengenai tata letak suatu aplik pada layar, misalnya panjang dan lebar jendela, posisi menu, jendela status, dan sebagainya. Selain itu registry juga dapat memuat informasi mengenai suatu aplikasi, misalnya tanggal, versi, dan pembuat aplikasi, letak file bantuan, kapan dan si yang menginstal aplikasi, bahkan memuat pula nomor serinya. Masih banyak lagi informasi khusus mengenai aplikasi tersebut
  3. Informasi mengenai sistem. Informasi mengenai sistem dan Windows itu sendiri juga tersimpan dalam registry, misalnya tampilan pada Desktop , informasi pada Control Panel, validasi login, administrasi pengguna, pengaturan hak dan kewenangan pengguna, sistem keamanan, pengaturan memori virtual, dan sebagainya.

Berdasarkan tugas—tugas dan apa yang termuat dalam registry, dapat disimpulkan bahwa registry merupakan salah satu bagian paling vital pada Windows. Dapat dikatakan bahwa registry merupakan jantung dan Windows. Tanpa registry, Windows tidak dapat berjalan. Sama halnya dengan apabila registry mengalami kerusakan, Windows Anda dalam bahaya. Apabila tidak seg diperbaiki, ada kemungkinan harus menginstal ulang Windows tersebut.

STRUKTUR REGISTRY

Registry oleh Microsoft telah dibuat sedemikian rupa sehingga akses ke registry menjadi efisien dan efektif. Apa dan bagaimana registry disimpan akan penulis bahas di sini.
Informasi—informasi dalam registry terdapat pada file SYSTEM.DAT. dan USER.DAT. Untuk Windows ME, ada tambahan satu file 1agi yaitu CLASSES.DAT. Sementara untuk Windows NT, registry disimpan pada file DEFAULT, SAM, SECURITY, SOFTWARE , SYSTEM dan NTUSER.DAT. File—file ini disimpan pada folder WINDOWS dan beratribut System, Hidden dan ReadOnly.
Struktur registry pada Windows 9x lebih sederhana apabila dibandingkan dengan Windows NT, karena pada Windows 9x tidak memuat banyak fungsi kontrol/pengendalian. Windows 9x didesain sebagai workstation/client pada suatu jaringan, dan kebanyakan hanya untuk digunakan secara pribadi sehingga tidak perlu adanya
fungsi kontrol dan keamanan seperti pada Windows NT. Perbedaan ini membuat registry pada Windows 9x lebih sederhana dan lebih kecil ukurannya.
Registry pada Windows NT tidak kompatibel dengan Windows 9x. Jika penggi.ma men g-upgrade Windows 9x yang digunakan menjadi Windows NT, semua aplikasi dan konfigurasi yang ada harus diinstal ulang.
Informasi yang tersimpan pada registry dikelompokkan ke dalam beberapa grup yang disebut dengan Handle Key. Pengelompokkan ini dimaksudkan untuk mempermudah pencarian dan modifikasi suatu informasi. Handle key ini berjumlah enam, yaitu;

HKEY_LOCAL_MACHINE
HKEY_CLASSES_ROOT
HKEY_CURRENT_CONFIG
HKEYDYN DATA
HKEY_USERS
HKEYCURRENT_USER.

Handle key membuat modifikasi registry lebih mudah dan sederhana. Walaupun HKEY_CLASSES_ROOT dan HKEY_ CURRENT_CONFIG merupakan Handle key yang berbeda, namun keduanya merupakan bagian dan HKEY_LOCAL_MACHINE. HKEY_CURRENT_USER merupakan bagian dan HKEY_USERS.
Setiap PC booting, Windows memetakan HKEY_CURRENT_CONFIG dan HKEY_CLASSES_ROOT agar dapat dimodifikasi.
HKEY_CLASSES_ROOT sebenarnya adalah HKEY_LOCAL_ MACHINE \SOFTWARE \Classes. Sementara itu HKEY_CURRENT_ CONFIG \SYSTEM\CurrentControlSet merupakan pemetaan dan
informasi pada HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ CurrentControlSet.
Oleh karena handle key masih bersifat global, maka dalam handle key masih dibagi lagi menjadi beberapa key. Dalam key berisi informasi—informasi yang lebih detail yang dinamakan value. Selain ,
itu dalam key dimungkinkan mengandung key lagi, dan seterusn, Sebagai pemisah antar key digunakan simbol backslash (\).
Sedangkan value terdiri dan tiga bagian yang tidak terpisahka yaitu:
  • Nama, merupakan pengenal suatu value. 
  • Tipe data, yaitu bagaimana informasi pada value disimpan yai berupa salah satu dan: String, Binary, atau DWORD. 
  • Nilai yang terkandung pada value tersebut.
Sebagai contoh, pada HKEY_LOCAL_MACHINE\ SYSTEM\CurrentControlSet, handle key-nya adalah HKEY_LOCAL_MACHINE, key level pertama adalah SYSTEM, dan CurrerntControlSet merupakan key level kedua. Berikut penjelasan singkat masing—masing handle key.

HKEY_LOCAL_MACHINE

HKEY_LOCAL_MACHINE atau biasa disingkat dengan HKLM berisi informasi / konfigurasi mengenai hardware, sistem, jaringan dan software. Konfigurasi keamanan, kewenangan pengguna, dan sharing file/folder yang biasa diakses melalui Windows NT User Manager for Domains, Windows Explorer, dan Control Panel, juga disimpan di sini. Semua konfigurasi yang tersimpan pada handle key ini bersifat independen, artinya konfigurasi ini tidak berbeda untuk semua user yang menggunakan sistem tersebut.

HKEY_CLASSES_ROOT

HKEYCLASSES_ROOT atau disingkat dengan HKCR memu semua informasi yang diperlukan untuk menjalankan aplikas software, yaitu:
• Informasi mengenai ekstensi file dan aplikasi untuk membuk nya. Sebagai contoh, file berekstensi .doc, maka aplikasi per bukanya adalah Microsoft Word.
• Informasi nama semua driver.
• Referensi yang mewakili tentang suatu kata pengenal. Misalnya aufile mewakili AU Format Sound.
• Pengenal Class ID, yaitu suatu pengenal, biasanya berupa nomor tertentu, yang digunakan untuk mengakses item, menu, dan sebagainya.
• Informasi DDE (Dynamic Data Exchange) dan OLE (Object Linking and Embedding). Yaitu tentang pengaturan pertukaran, penggabungan dan pelekatan data antar aplikasi.
• Icon yang digunakan untuk menerangkan suatu aplikasi atau dokumen.

HKEY_CURRENT_CONFIG

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa HKEY_CURRENT_ CONFIG (HKCC) merupakan pemetaan dan HKLM\CurrentControlSet. HKCC menunjukkan konfigurasi hardware yang telah dipilih pada saat startup. HKCC digunakan untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi mengenai konfigurasi hardware. Pada sistem yang hanya mempunyai satu konfigurasi saja (original configuration), sistem akan langsung memuat konfigurasi tersebut tanpa meminta konfirmasi user. Gambar 1.1 menunjukkan sistem yang hanya mempunyai satu konfigurasi saja.
Jika sistem mempunyai lebih dan satu konfigurasi, semua informasi mengenai konfigurasi tersebut disimpan pada HKLM. Pada Windows 9x, setiap startup, sistem akan memberi pilihan kepada user untuk memilih konfigurasi mana yang akan dipakai, kemudian sistem mengambil informasi mengenai konfigurasi terpilih dan HKLM, dan kemudian memetakannya pada HKCC.


HKEY_USERS

HKEY_USERS/HKU memuat informasi mengenai konfigurasi default user dan user yang telah login. Walaupun handle ini berisi konfigurasi semua user yang telah terdaftar, namun konfigurasi tersebut tidak dapat digunakan kecuali user log-in ke jaringan. Konfigurasi ini memuat informasi icon, susunan start menu, font yang dipakai, dan setting Control Panel yang dapat diakses.

HKEY_CURRENT_USER


Handle im memuat informasi yang hampir sama dengan HKU karena sebenarnya HKCU merupakan pemetaan dan sebagian data pada HKU, yaitu yang berkaitan dengan user yang sedang aktif.
Setiap perubahan yang terjadi pada HKCU akan mengubah juga informasi pada HKU. Sebaliknya, setiap perubahan pada HKU akan mengubah juga HKCU.

HKEY_DYN_DATA

Handle ini bersifat unik dan berbeda dan handle lainnya karena hanya digunakan pada saat startup saja. Handle ini menyimpan informasi dan konfigurasi perangkat keras terutama perangkat Plug and Play pada saat startup.

Menggunakan Regedit

Untuk dapat memodifikasi registry, diperlukan program Registry Editor. Saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam program Registry Editor, dan yang sederhana sampai yang canggth, dan yang gratis, murah sampai yang mahal. Namun semua itu tidak diperlukan karena Windows sendiri sebenarnya sudah menyediakan, yaitu regedit.exe.
Untuk menjalankan Registry Editor, jalankan menu Start -> Run, kemudian ketik regedit, dan tekan tombol Ok.

Membuat Key


Untuk membuat key, tentukan dahulu tempat key akan dibual Setelah itu klik kanan pada tempat yang telah ditentukan, pilth New
> Key. Key baru akan terbentuk, ketik nama key yang And inginkan, dan kemudian tekan Enter.

Membuat Value


Untuk membuat value, tentukan dahulu tempat value akan dibual Setelah itu klik kanan pada tempat yang telah ditentukan, pilih Ne kemudian pilth salah satu tipe value yang diinginkan, apakah bertip String, Binary, atau DWORD. Value baru akan terbentuk, ketil nama value yang dikehendaki dan kemudian tekan Enter.

Mengubah Nilai Value

Untuk mengubah nilai data pada value, klik ganda pada value yan akan diubah nilainya, kemudian muncul jendela pengubahan valuc Pada kotak Value Data, isikan dengan nilai yang dikehendaki.

Key dan Value

Untuk menghapus key atau value sangatlah mudah, tinggal klik kanan key atau value yang akan dihapus, kemudian pilth Delete.

Mengganti Nama Key dan Value

Mengganti nama key atau value juga sangat mudah. Anda cukup menentukan nama key atau value yang akan diubah, kemudian klik kanan, pilth Rename. Setelah itu ketik nama penggantinya dan tekan Enter.

Mengekspor Registry

Mengekspor registry dapat didefinisikan sebagai menyimpan
dibuat informasi sebagian atau seluruh registry ke dalam file lain yang New dapat dipergunakan lagi dikemudian han. Hal ini serupa dengan Anda mem-backup registry.
Untuk mengekspor registry sangatlah mudah. Klik menu Registry -> Export Registry File... Pada kotak File name, ketik nama file yang akan disimpan. Pada Export range, akan ada dua pilihan, yaitu:

All, artinya semua informasi pada registry akan disimpan.
dibuat.
New, • Selected branch, artinya hanya sebagian dan informasi registry
bertipe yang akan disimpan, yaitu yang terletak pada key yang telah
ketik ditentukan.
Setelah itu tekan Save.
Mengimpor Registry
Untuk mengimpor registry sangatlah mudah. Klik menu Registry.> value. Import Registry File..., kemudian pilih nama file yang akan diimpor,
dan tekan Open.

Refresh Registry

Setiap perubahan yang terjadi pada registry, terutama yan menyang-kut dengan informasi atau konfigurasi perangkat keras dat sistem, registry harus di-refresh agar sistem dapat bekerja dengar baik. Refresh registry umumnya dilakukan dengan me-restan Windows.
Namun cara ini sangat tidak efisien karena berarti harus me-restart PC dan awal, ini akan menyita cukup banyak waktu. Padahal hanya sebagian informasi dan registry saja yang perlu di-refresh. Jika keseluruhan sistem komputer di-restart, maka akan membutuhkan waktu yang lama.
Trik berikut akan memperpendek waktu refresh registry. Namun sebelumnya Anda harus menyimpan semua pekerjaan Anda.
1. Tekan tombol CTRL + ALT+ DEL, akan muncul jendela Task Manager.
2. Pilih Explorer, kemudian klik tombol End Task. Jika jendea Shutdown muncul, tekan saja Cancel.
3. Beberapa saat kemudian akan muncul jendela pesan kesalahan. Klik saja End Task, dan Windows akan me-load ulang Explorer dengan konfigurasi registry terbaru.
Jika Anda tidak mau repot dengan trik di atas, trik berikut ini mungkin dapat dijadikan alternatif. Yang diperlukan adalah dengan membuat shortcut di desktop, yang akan me-refresh registry tanpa me-restart komputer.
1. Pertama klik kanan pada area kosong di dekstop, lalu pada konteks menu yang muncul, pilih menu New -> Shortcut.
2. Pada jendela Create Shortcut yang muncul, dalam kolom Command Line, isikan perintah berikut ini:
C: \WINDOWS\RUNDLL32.EXE she1132,SI-ExitWindowsEx
3. Berikutnya klik tombol Next, dan pada menu berikutnya ben nama shortcut tersebut Restart.
4. Setelah selesai klik tombol Finish.
5. Untuk mempermudah pemariggilan shortcut tersebut, buat kombinasi tombol. Klik icon shortcut baru tersebut dengan
tombol kanan mouse, lalu pilih menu Properties.
6. Pada tab Shortcut di bagian Shortcut key, tentukanlah kombinasi tombol yang ingin digunakan, misalnya Ctrl+Alt+End. Selanjutnya Anda cukup menekan tombol End, maka kombiriasi tombol Ctrl+Alt+End akan tertulis secara otomatis dan siap digunakan.
7. Untuk mengakhiri klik OK.
Selanjutnya pengguna dapat me-restart registry Windows hanya dengan menekan tombol Ctrl+AIt+End atau mengklik ganda icon schortcut Restart di desktop.
Setiap kali menghadapi proses instalasi yang membutuhkan restart, trik di atas dapat digunakan dengan mudah tanpa harus mematikan keseluruhan sistem, yang memerlukan waktu.

Backup dan Restore Registry
Backup Registry


Selain melalui perintah ekspor pada regedit, Windows secara otomatis juga telah membuat salman registry-nya. Pada Windows 95, setiap kali proses booting yang berhasil dijalankan, Windows selalu mem-buat file backup registry yang disimpan pada folder Windows dengan ekstensi .DAO.
Sementara itu pada Windows 98/ME, backup registry, termasuk file startup WIN.INI dan SYSTEM.INI disimpan ke dalam sebuah sub- folder Windows yang tersembunyi, yaitu Sysbckup. File-file backup ml disatukan dalam file Cabinet khusus dengan nama RBOOx.CAB.
°x” bernilai salah satu angka dan 0 sampai 5. Backup terbaru dapat dilihat dan tanggal filenya. Setiap kali proses startup berhasil, maka versi lama file registry dan file .INI akan ditimpa.

Restore Registry
Windows 95

Restore registry tidak dapat dilakukan dalam Windows, nar hanya dapat dilakukan melalui DOS murrii, bukan Comm Prompt DOS.
Untuk masuk ke DOS murni, booting dapat dilakukan melalui di boot. Disket ini harusnya sudah dibuat sebelumnya. Atau jika At belum memiliki disket boot, restart komputer, lalu tekan tombol I[F8] bersamaan dengan munculnya pesan “Windows 95 is starting...”.
Sekarang berpindahlah ke folder Windows penulis mengang bahwa folder Windows yang digunakan terletak di folder … \Windows, jika letak foldernya lain, bisa disesuaikan.
C:
CD C:\WINDOWS
Kemudian pengguna harus mengubah atribut file SYSTEM.DAT USER.DAT. Kedua file tersebut menjadi normal. Kedua file beratribut System, Hidden, dan ReadOnly.
ATTRIB -R —H -S SYSTEM.DAT
ATTRIB -R —H —S USER.DAT
Ubah nama kedua file tersebut sebagai salman.
REN SYSTEM.DAT SYSTEM.BAK
REN tJSER.DAT USER.BAK
Restore file registry larna dengan perintah:
COPY SYSTEM.DAO SYSTEM.DAT
COPY USER.DAO USER.DAT
Langkah terakhir adalah mengembalikan atribut file registry.
ATTRIB ÷R +H +S SYSTEM.DAT
ATTRIB +R +H +S LJSER.DAT
Restart komputer Anda dan selamat menikmati registry lama.

Windows 98/ME


Pada Windows 98/ME, backup registry disimpan pada folder svsbckup, dan disatukan dalam satu file dengan format .CAB. Untuk  me-restore-nya, seperti pada Windows 95, harus melalui DOS murni.
Langkah-langkah untuk boot ke DOS murni hampir sama pada Windows 95.

Lakukanlah langkah-langkah sampai pada pengubahan nama-nama [F81 file registry seperti yang telah dijelaskan pada bagian untuk
Windows 95. Ingat, pada Windows ME, file registry bukan dua, melainkan tiga, ditambah dengan file CLASSES.DAT, kemudian
ggap berpindahlah ke folder sysbckup dan lihat ada berapa file pada alder folder tersebut serta lihat masing-masing tanggal file tersebut dengan  perintah:
D WINDWS SYSBCKUP
DIR RB*.*
Dengan ditampilkannya tanggal masing-masing backup file registry, pengguna dapat memilih backup registry mana yang akan di-restore,
misalnya backup registry sebelum Windows yang digunakan crash, dan ini biasanya terjadi setelah menginstal suatu aplikasi.
Namun sebelum melakukan proses restore, ada baiknya membuat dahulu sebuah folder sementara. Misalkan buat folder dengan nama “OLDREGS”. Untuk itu berikan perintah berikut:
CD (berpindah ke direktori/folder root C:\)
MD OLDRECS
Kemudian berpindahlah kembali ke folder “SYSBCKUP” dengan perintah yang sama seperti telah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya salinlah file backup yang telah Anda tentukan ke dalam folder sementara tersebut.
COPY RBOOx.CAB C: OLDREGS
“x” berarti nomor file backup yang telah ditentukan. Kemudian berpindahlah ke folder sementara.

CD \OLDREGS
Ekstrak file backup dengan perintah;
EXTRACT E RBOOx.CAB
Setelah diekstrak akan terdapat file SYSTEM.DAT, USER.D SYSTEM.INI, WIN.INI, serta CLASSES.DAT untuk Windows I File-f ile .DAT tersebut masih beratribut ReadOnly, hidden system. Untuk itu perlu dinormalkan dahulu atributnya. Salin registry ke folder Windows.
ATTRIB R -H S SYSTEM.DAT
ATTRIB R -H -S USER.DAT
ATTRIE -R -H -S CLASSES .DAT (untuk Windows ME)
COPY *.DAT C:\WINDOWS
Kemudian kembalikan atribut file registry tersebut.
CD \WINDOWS
ATTRIB ÷R +H +S SYSTEM.DAT
ATTRIB +R +H ÷S USER.DAT
ATTRIB +R +H +S CLASSESDAT (tambahankhususME)
Restart komputer Anda untuk kembali ke registry lama.

WINDOWS XP


inilah langkah singkat untuk memback up Registry Windows XP :

> Klik Start Menu -- RUN

> Kemudian masukan perintah berikut “Regedit” tanpa tanda kutip, untuk mengakses Registry Editor

> Untuk memulai proses Back Up, Klik Menu File – kemudian pilih Export

> Pada Jendela Export Registry File, pada pilihan Save In tentukan lokasi dimana anda akan menyimpan File Back Up anda; pada File Name tentukan nama file back up anda, kemudian pada Save as Type, sebaiknya anda biarkan secara default yaitu as *.reg

> Kemudian di bagian bawah ada opsi Export Range, anda pilih All bila ingin membackup registry anda secara keseluruhan (semua registry anda back up) atau anda pilih Selected Branch bila anda menginginkan hanya Branch yang terseleksi saja (Branch yang sedang dan akan anda edit).

> Setelah selesai klik Save

Kini anda telah mempunyai Back Up Registry Windows XP, dan anda bisa memulai proses editing terhadap Registry Windows XP. Bila ternyata setelah proses editing terjadi eror, jangan khawatir anda tinggal me-restore file back up yang sudah anda buat.

Caranya :

Double klik pada file back up yang telah anda buat tadi (*.reg), maka Registry Windows XP Anda pun akan kembali ke posisi semua dimana sebelum terjadi proses editing. Atau langkah lain anda bisa mengakses Menu File – Import pada jendela Registry Editor.

Selamat Mencoba, dan jangan takut untuk mengedit Registry Windows XP untuk mendapatkan kinerja Windows XP yang lebih baik, yang harus anda ingat hanya : lakukan back up sebelum anda melakukan proses editing terhadap Registry Windows XP.

Cara Merakit Komputer Dengan Cepat


Dalam merakit komputer ada beberapa tahapan-tahapan dasar yang perlu diketahui antara lain :

  1. Anda perlu menyiapkan perangkat-perangkat komputer yang akan dirakit, seperti : media alat input, media alat output, media alat pemprosesan dan media alat penyimpanan. Dan siapkan juga alat-alat keperluan lainnya, seperti : obeng plus atau minus, dan tang lancip.
  2. Memeriksa Cassing. Dalam memeriksa cassing terlebih dahulu kita harus melepaskan baut di bagian belakang cassing dan geserkanlah penutup cassing, jika penutup tidak terjadi apa-apa biasanya kondisi cassing tidak bermasalah.
  3. Ujilah power supply pada yang terletak pada cassing komputer anda dengan menghubungkan satu daya power supply dengan aliran listrik. Untuk memulai pengujian hidupkan komputer, yakinkan kalau kipas power supply berputar dan berfungsi dengan baik.
  4. Dalam merakit komputer kondisi motherboard juga harus diperiksa dengan cara melakukan setting jumper, dengan cara yaitu hubungkan satu pin (kaki) ke pin yang lain dengan menggunakan cap jumper, ketika satu pin dihubungkan dengan pin yang lain, maka statusnya “ON”, dan jika tidak dihubungkan maka statusnya “OFF”. Untuk mengetahui keberadaan pin satu, lihat tulisan atau simbol didekat jumper, jika terdapat tulisan “1″ atau garis “tebal” itulah pin 1. Jika anda belum jelas atau belum mengetahui lihatlah buku paduan yang terdapat pada motherboard yang digunakan.
  5. Letakkan Motherboard pada badan cassing yang terletak didalam cassing masukkan mur penyangga pada ke lubang badan cassing dan bautlah semua lubang motherboard pada lubang badan cassing dan pastikan motherboard terpasang kencang pada badan cassing.
  6. Pasang kabel konektor power supply ke konektor power motherboard, memasang jenis kabel konektor perlu diperhatikan cara pemasangan dan pelepasannya, jika kabel konektor power supply menggunakan jenis AT maka gunakanlah konektor jenis AT, begitu juga jika kabel menggunakan konektor power supply berjenis ATX maka gunkanlah kabel konektor jenis ATX, temukanlah kabel berwarna merah pada konektor P8 dan P9 yang tepatnya berada di tengah head kabel konektor power.
  7. Pasanglah processor dengan cara membuka socket pengunci processor, geserlah kekanan sedikit saja tariklah ke atas sampai tegak lurus. Dudukan processor hingga seluruh kaki kedalam socket, dalam proses ini janganlah menekan processor dengan berlebihan sesuaikan dengan arah panah atau pin 1 yang terdapat pada processor tersebut.
  8. Letakkan headsink fan atau kipas pendingin processor, kaitkan dan kuncikan headsink fan atau kipas pendingin processor pada socket processor dan hubungkan konektor kabel headsink fan atau kipas pendingin processor ke konektor kabel power suply.
  9. Pasanglah memori sesuai pada slot memori sesuai dengan jenis slot yang terdapat pada motherboard dengan cara memastikan pin-pin memori sejajar dengan garis slot memori dan tekanlah memori ke arah depan dan tekanlah memori secara bersamaan pastikan kedua pengait memori yang terdapat pada slot memori di motherboard terkunci dan memori tersebut dalam keadan berdiri tegak serta pastikan juga memori tersebut tidak miring posisi kanan dan kirinya
  10. Pasanglah VGA atau Card Grafis pada slot VGA pada motherboard dengan cara dudukkan VGA pada slot VGA dengan posisi vertikal dan tekanlah VGA ke bawah secara perlahan.
  11. Pasanglah harddisk pada dudukan harddisk yang terdapat pada bagian dalam cassing dan bautkanlah harddisk tersebut agar tidak bergerak atau terlepas. Pasanglah Kabel IDE/HDD ke harddisk dan hubungkan kabel IDE1/ HDD1 ke konektor IDE/HDD pada motherbord dan hubungkanlah konektor power supply ke harddisk, Catatan : kebel IDE1/HDD1 (primary key) adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan harddisk tunggal atau master yang dihubungkan ke konektor IDE1/HDD1 pada motherboard, sedangkan untuk kabel IDE2/ HDD2 atau lebih dikenal dengan “slave” berfungsi untuk harddisk secondary atau harddisk tambahan.
  12. Pasanglah CD Room pada dudukan yang terdapat didalam cassing lalu pasanglah kabel IDE2/HDD2 (secondary) ke CD Room hubungkanlah kabel tersebut ke konektor IDE2/HDD2 pada motherboard serta hubungkan konektor power supply ke CD Room tersebut.
  13. Pasanglah Floppy disk drive pada dudukan didalam cassing dari bagian depan cassing, serta hubungkanlah kabel FDD ke konektor FDD kekonektor FDD pada motherboard dan hubungkanlah konektor power supply ke Floppy drive.
  14. Hubungkanlah panel kabel yang terdapat pada cassing komputer seperti : kabel “SW” hubungkan ke konektor “SW” yang terdapat motherboard, kabel “PLED/Power Led” ke konektor “PLED” yang terdapat pada motherboard, kabel “HDDLED” ke konektor “HDDLED” yang terdapat pada motherboard, kabel “RESET SW” ke konektor “RESED SW” yang terdapat pada motherboar:cry: 

Sekilas Tentang Motherboard Komputer


 
Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE.

Yang perlu diperhatikan!
Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :

1. Chipset
2. Tipe CPU
3. Slot dan tipe memori
4. Cache memory
5. Sistem BIOS
6. Slot ekspansi
7. Port I/O

Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.
Chipset : Komandan data dan proses
Disebut chipset karena barang satu ini umumnya merupakan sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh. Sepasang chip ini, yang satu buah disebut North Bright chip dan satu lagi dipanggil South Bridge chip, bisa dibilang merupakan panglima tertinggi pada sebuah system bernama motherboard.Saat ini, terdapat banyak motherboard dengan chipset yang berbeda-beda. Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan menentukan beberapa hal antara lain.

• Tipe prosesor yang bias digunakan
• Jenis memori yang bias mendukung system PC dan kapasitas maksimumnya
• Kelengkapan I/O yang mampu disediakan
• Tipe display adapter yang bisa digunakan
• Lebar data pada motgherboarad yang bisa didukung
• Ketersedian fitur-fitur tambahan (misalnya LAN, sound card, atau modem onboard).

Tipe CPU
Terdapat tiga tipe CPU yang banyak beredar di pasaran yakni CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation. CPU alias prosesor keluaran VIA sendiri pada umumnya mengikuti platform teknologi yang dikeluarkan oleh Intel. Artinya, setiap seri prosesor yang dirilis VIA pada umumnya selalu memiliki kompatibilitas dengan seri prosesor yang dibuat Intel. Sementara AMD menggunakan platform teknologi yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel, sekalipun teknologi pross yang digunakan oleh perusahaan ini juga mengikuti apa yang dilakukan Intel. Lantaran perbedaan platform ini, prosesor AMD menggunakan soket atau slot yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel. Bila Intel menyebut Slot 1, AM menyebutnya Slot A. pada prosesor soket, belakangan AMD relative lebih konsisten dalam mengeluarakan tipe soket yang digunakan, yakni senantiasa menggunakan Soket A yang kompatibel pada seri kecepatan manapun, yakni soket dengan jumlah pin 462 buah. Bandingkan dengan Intel yang selalu berubah-ubah, dari soket 370 pin, kemudian menjadi 423 pin, lalu berubah lagi menjadi 478. akibatnya, kemungkinan untuk meng-upgrade sebuah prosesor Intel generasi baru selalu harus dibarengi dengan penggantian motherboard itu sendiri. Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan

• Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.

• Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.

• Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).

• i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.

• Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)

• Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).
Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.

• Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.

• Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya : i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP

• Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.

• AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.

• Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya
• Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .

• Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

• Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor.         ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.

Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

Istilah - Istilah Dalam Jaringan



Attenuation
-----------
Attenuation mengacu pada pelemahan sinyal selama ia berjalan melalui kabel.Ia kadang disebut sebagai roll off.

Selama sinyal mengalir melalui kawat, gelombang kotaknya berubah bentuk sejauh ia mengalir.Jadi, attenuasi sebenarnya adalah fungsi dari panjang kabel.Jika sinyal mengalir terlalu jauh,ia bisa menurun kualitasnya sehingga stasiun penerimanya tidak mampu lagi menginterpretasikannya dan komunikasi akan gagal.

Repeater dapat digunakan untuk menambah kekuatan sinyal pada baseband network sehingga ia bisa mengalir lebih jauh. Amplifier melakukan fungsi yang sama pada brodband network.

Repeater
--------

Repeater adalah sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.

Repeater mempunya beberapa karakteristik:
- digunakan untuk meregenerasi sinyal baseband yang ada digunakan
- terutama pada topologi bus koaksial (linear) segmen yang dihubungkan
- oleh sebuah repeater harus menggunakan metode media access control
- (MAC) yang sama (misalnya, sebuah repeater tidak bisa melewatkan
- traffic antara ethernet dan token ring) repeater bisa melewatkan
- traffic antara beberapa media yang berbeda (misalnya, coax ke fiber
- optic) jika interface yang sesuai tersedia repeater tidak melakukan
- akselerasi atau mengubah sinyal, ia hanya meregenerasinya saja.
- repeater tidak melalukan filter packet atau batasan
- kongesti/kemacetan. repeater akan melewatkan paket broadcast
- repeater beroperasi di physical layer pada model OSI fungsi dasar
- dari repeater (regenerasi sinyal) bisa dilakukan oleh device-device
- penghubung (misalnya hub atau bridge).

Karena repeater tidak melakukan apa-apa terhadap filterisasi atau pembatasan traffic, ia seharusnya dilihat terutama sebagai penghubung workstasion yang jauh, tidak sebagai penambah workstasion tambahan. Dengan kata lain, repeater seharusnya digunakan untuk menambahkan jarak dari network, bukan kepadatannya.

Batasan jumlah repeater yang dapat digunakan

--------------------------------------------

Ada batasan jumlah repeater yang bisa digunakan. Jumlah repeater terbatas oleh aturan 5-4-3. Pada aturan ini hanya ada tidak lebih dari 5 segmen dengan tidak ada lebih dari 4 reater antara 2 station. Hanya 3 dari 5 segmen bisa dipopulasikan (yaitu, berisi node atau host). Pada kasus ini sebuah station adalah bridge, router atau gateway. Jadi, penambahan bridge mengijinkan penambahan repeater yang digunakan pada LAN.

HUB
---

Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain.

Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network.

Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.

Kapabilitas yang disediakan hub

-------------------------------

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub
--------------

Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).

Switch

------

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network.

Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

MSAU

----

MSAU adalah Multistation Access Unit yang berfungsi seperti hub pada network Token Ring. MSAU mempunyai kemampuan untuk membypass kabel yang putus atau station yang gagal untuk memelihara integritas ringnya.

Concentrator
------------

Concentrator atau wiring concentrator mirip dengan hub dan kedua istilah ini sering dipertukarkan. Ia melayani sebagai central connection point dimana sejumlah kabel yang datang bersatu. Sebuah hub atau switch melakukan fungsi sebagai sebuah concentrator.

Pada bentuk yang paling sederhana, concentrator adalah multiport repeater. Ia menggabungkan sejumlah line yang datang dengan sejumlah line keluar. Beberapa concentrator dapat mengontrol error, menentukan kualitas kabel, dan melakukan fungsi-fungsi administratif. Seperti sebuah MSAU concentrator pada network ring menjaga ring tetap bekerja jika workstation hilang atau dipindahkan.

Interconnectivity Device dan fungsinya
--------------------------------------

Bridge, router, dan gateway adalah interconnectivity device. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan segmen atau multiple network menjadi single, sistem yang heterogen dimana komputer-komputer dapat berkomunikasi. Device ini kadang disebut sebagai relay.

Bridge

------

Bridge adalah relay atau interconnecting device yang digunakan untuk menggabungkan beberapa LAN.

Sebuah bridge dapat:
- menghubungkan segmen network bersama memfilter traffic dengan
- membaca packet addressnya menghubungkan network yang berbeda
- (Ethernet dan Token Ring) jika level protokol yang lebih tingginya
- sama atau bisa ditranslasikan

Sebuah bridge tidak dapat:
- menentukan jalur mana yang paling efisien untuk mentransmisikan data
- menyediakan fungsi traffic management (melewatkan kemacetan)

Fungsi-fungsi bridge dapat dilakukan oleh sebuah server atau device bridge mandiri.

Aturan umumnya adalah tidak boleh ada lebih dari empat bridge pada satu LAN.

Pelewatan traffic antara segemen-segmen LAN
-------------------------------------------

Sebuah bridge mengecek MAC Address dari tiap paket yang diterimanya. Bridge menentukan alamat tujuan paket dan membandingkannya dengan tabel routing yang dipeliharanya. Berdasarkan pembandingan ini, bridge melakukan tiga tugas:

  1. Jika alamat tujuan pada routing tabel dan berlokasi di segmen yang sama dengan pengirim, packet dihilangkan. (Tidak ada keperluan untuk melewatkannya melalui bridge jika ia dialamatkan ke host didalam segmennya.)
  2. Jika alamat tujuan berada dalam routing tabel dan berlokasi pada segmen yang berbeda, paket kemudian diteruskan ke segmen tersebut.
  3. Jika alamat tujuan tidak berada pada tabel routing, paket kemudian diteruskan ke semua segmen.

Catat bahwa saat bridge menerima packet dari satu host yang dialamatkan kehost pada sisi yang lain, bridge melewatkan frame date melalui koneksi tersebut. Jika bridge mendeteksi traffic yang dialamatkan ke segmen aslinya, ia tidak mengijinkan ia untuk lewat. Dengan cara ini bridge melakukan fungsi filtering yang mengurangi keseluruhan network traffic.

Meskipun bridge dapat mempelajari MAC address dari station pada network, ia tidak dapat menentukan jalur yang paling efisien untuk mengirimkan data. Tugas ini membutuhkan sebuah router.

Pembuatan routing table oleh bridge

-----------------------------------

Routing tabel untuk bridge berbeda dengan routing tabel yang digunakan oleh router. Routing tabel yang digunakan bridge bersasarkan pada MAC address bukannya IP address. Tidak seperti router, bridge tidak berbicara dengan sesamanya untuk mengupdate routing tabelnya. Walaubagaimana, kebanyakan bridge dapat memonitor dan mempelajari alamat dari tiap-tiap station pada network. Mereka menggunakan informasi ini untuk membentuk routing table.

Saat bridge menerima sebuah packet, ia menguji sumber MAC addressnya dan menggunakan informasi ini untuk menambah atau mengupdate routing tabelnya. Sebuah bridge hanya perlu mengetahui suatu MAC address berada pada segmen yang mana sehingga ia bisa secara tepat meneruskan paketnya. Saat ia menguji sebuah paket, ia mungkin tidak tahu pada segmen yang mana alamat tujuan berada, tapi ia tahu dari segmen yang mana paket berasal. Jadi MAC address sumber dan segmennya ditambahkan ke routing tabelnya. Setiap waktu routing tabelnya diupdate dengan semua MAC address dan segmen.

Network Partitioning
--------------------

Jika performansi network menurun karena berlebihan traffic, satu kemungkinan solusi adalah mempartisi/ membagi network menjadi dua atau lebih segmen. Sebuah network dapat dipartisi menggunakan bridge. Bridge ini disisipkan antara dua segmen LAN dan sebagaimana traffic mengalir melalui LAN, bridge ini memfilter dan meneruskan sesuai dengan alamatnya. Hanya traffic yang ditujukan ke segmen yang lain yang diijinkan melewati bridge.

Partitioning kadang disebut juga sebagai segmenting network.

Keuntungan partitioning (segmenting) network
--------------------------------------------

Jika kelebihan traffic mulai menurunkan performance, salah satu solusi adalah mempartisi networknya.

Sebagai contoh, asumsikan sebuah network perusahaan menghubungan departemen accounting dan marketing yang menghasilkan sejumlah message berikut selama hari kerja: Marketing ke Marketing: 200; Marketing to Accounting: 100; Accounting to Marketing: 100; dan Accounting ke Accounting: 200.

Tanpa partisi, semua traffic akan mengalir melalui kedua departemen. Jadi, 600 message akan diarahkan ke tiap-tiap host. Bagaimanapun, jika kedua departemen dipartisi dengan memisahkannya dengan bridge, semua message internal marketing akan tetap berada pada sisi networknya. Hanya Message yang ditujukan ke accounting yang melewati bridge ke segmen accounting. Kebalikannya juga berlaku. Segmen marketing tidak akan dipenuhi dengan message internal dari accounting. Hasilnya adalah 50% penurunan pada keseluruhan network traffic; setiap segmen sekarang hanya memproses 300 message.

Sebagai aturan umum, jika apa yang anda inginkan adalah partisi network, bridge adalah piliha utama daripada sebuah router karena ia beroperasi dengan overhead yang lebih sedikit.

Masalah potensial yang terjadi saat menghubungkan Ethernet dan Token
Ring LAN dengan Bridge

----------

Bridge mampu untuk menghubungkan LAN yang menggunakan physical dan MAC-layer protokol yang berbeda, seperti Ethernet dengan Token Ring. Bagaimanapun, ada beberapa masalah potensial dengan koneksi ini:

- Token ring mempunyai mekanisme untuk mensetting prioritas
- transmisi. Ethernet tidak. Paket ethernet lebih kecil dan
- strukturnya berbeda dengan paket token ring Informasi paket ethernet
- dikodekan berbeda dengan paket token ring Ethernet menggunakan
- transparent bridging untuk mengidentifikasikan alamat network dan
- token ring menggunakan source routing

Sebuah transalation bridge bisa digunakan untuk mengeliminasi kemungkinan masalah berhubungan dengan penggabungan LAN ethernet dan token ring. Dibanding yang lainnya, bridge tipe ini mampu untuk  menghilangkan data dari satu frame (misalnya ethernet) dan mempackagenya kembali menjadi frame yang lain (misalnya token ring).

Keuntungan yang disediakan bridge
---------------------------------

Bridge adalah sebuah relay atau interconnecting device yang bisa digunakan untuk menyediakan beberapa kemampuan berikut:

- Memperluas/menambah jarak dari network yang ada Menambah jumlah
- workstation pada network Mengurangi kemacetan trafic (dengan network
- partitioning) Menyediakan koneksi ke network yang berbeda (misalnya
- Ethernet ke Token Ring) Memindahkan data melalui intermediate
- network dengan protokol yang berbeda

Transparent bridging dan perbandingannya dengan source routing

--------------------------------------------------------------

Tranparent bridging dan source routing adalah dua teknik pembelajaran yang digunakan oleh bridge untuk membentuk tabel alamat dari semua station pada network. Tanpa adanya teknik ini, sistem administrator harus secara manual mengupload alamat-alamatnya kedalam bridge.

- Transparent bridging digunakan pada network Ethernet. Bridge
- mempelajari alamat station dengan menguji jadai frame jika mereka
- lewat. Tabel alamat mengasosiasikan alamat sumber dari frame data
- dengan alamat networknya. Tabel ini direview terus menerus dan
- terupdate jika network berubah.

- Source routing digunakan pada network Token Ring. Bridge mempelajari
- alamat station dengan mempunyai sebuah node sumber yang mengirimkan
- paket penjelajah. Multipel paket explorer dikirimkan melalui network
- ke tujuannya. Kemudian mereka melaporkan kembali ke node sumber yang
- menentukan jalur yang paling efisien. Informasi jalur ini kemudian
- disimpan didalam bridge dan semua transmisi berikutnya menggunakan
- jalur ini.

Ingat dalam pikiran bahwa tujuan dari baik transparent bridging ataupun source routing adalah untuk menjaga bridge membuat looping dalam network. Perbedaannya adalah transparent bridging adalah metode Ethernet untuk memblok looping dan source routing adalah metode Token Ring untuk menghindari looping.

Spanning Tree Algorithm

-----------------------

Spanning Tree Algorithm (SPA) adalah proses yang digunakan untuk mendeteksi dan menurup circular traffic patterns (looping). Ia beroperasi dengan menutup beberapa ports pada bridge yang memberikan beberapa jalur data ke seluruh network.

SPA mengindentifikasi sebuah root bridge dan kemudian menentukan jalan melalui network ke root bridge berdasarkan harga termurah. Port bridge yang menyediakan jalur redundan didisable untuk menghindari loop. Akan tetapi, port-port ini dapat digunakan sebagai backup jika port utamanya gagal.

Perbedaan utama antara bridge dan router adalah bahwa sebuah router akan mensupport multiple path diantara networknya. Sebuah bridge hanya bisa menentukan satu path.

Router

------

Router adalah relaying device yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network, baik secara lokal ataupun melalui WAN. Kunci utama kelebihan router adalah kemampuannya untuk menentukan path terpendek ke tujuan. Tambahannya, router menawarkan kemampuan fault tolerance untuk meroute traffice melalui link alternatif jika link utamanya sibuk atau putus.

Router dapat mentransfer data antara dua network dengan protokol lower-layer yang berbeda (Physical dan Data Link). Jadi, router bisa menghubungkan Ethernet dengan Token Ring. Tapi, agar router berfungsi, protokol pada Network layer dan layer yang lebih tinggi harus sama. Sebagai tambahan, protokol harus routeable. Beberapa protokol seperti NetBEUI tidak routeable.

Router beroperasi di Network layer pada model OSI. Tidak seperti bridge, router melihat IP address, bukan MAC address. Lebih spesifik, mereka hanya melihat pada Network ID dari alamat, bukan host ID.

Router tidak melewatkan broadcast. Badai broadcast dapat terjadi jika banyak host melakukan broadcasting pada saat yang sama.

Routing Table

-------------

Routint table berisi entri dengan IP address interface router dari network yang lain. Ia tidak berisi alamat untuk tiap host pada tiap-tiap network. Ia hanya menyimpan alamat dari router yang menyediakan interface ke network tersebut.

Umumnya routing tabel berisi empat potongan informasi: network address (ID net tujuan); net mask (untuk menentukan subnetting); address dari router untuk network id (near-side address); dan metric (jumlah hop ke
router tersebut).

Cara kerja router

-----------------

Router menggunakan routing tabel yang disimpan dalam memorynya untuk membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan.

Router melihat informasi dari paket yang diterimanya dengan menentukan network id dari IP address. Kemudian ia mengecek network id ini pada routing tabelnya untuk menentukan tujuannya. Jika router dapat meneruskan paket secara langsung ke tujuan, ia akan melakukannya. Jika tidak, ia mencari ip address dari router yang mempunyai interface untuk network tersebut. Ia kemudian mengirim paket ke router tersebut untuk diteruskan. Jika tidak ada entri yang sesuai pada routing tabel, router akan mengirimkan paket ke gateway defaultnya.

Hop adalah pelewatan melalui sebuah router. Jika paket harus berjalan melalui tiga router untuk sampai ke tujuannya, ia dikatakan mempunyai 3 hop.

Saat paket melewati router, MAC address sumber asli dan tujuan dibuang dan dibuat kembali. (Tapi IP address sumber dan tujuan tidak dirubah). MAC address sumber dari host pengirim diganti dengan kepunyaan router dan MAC address tujuan diganti dengan kepunyaan router berikutnya, atau, jika paket bisa diteruskan secara langsung, diganti dengan kepunyaan host tersebut. Process penghilangan dan pembuatan kembali MAC address membutuhkan sumber pemrosesan.

Perbedaan antara static dan dynamic router
------------------------------------------

Ada dua tipe router: static dan dynamic. Static router dikonfigurasi secara manual. Routing tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Tidak ada informasi sharing diantara sesama router. Hal ini mengakibatkan keterbatasan yang jelas karena ia tidak dapat secara otomatis menentukan route terbaik; ia selalu menggunakan rute yang sama yang kemungkinan bukan rute terbaik. Jika route berubah, static router harus diupdate secara manual. Karena static router menyediakan control penuh pada routing tabelnya, ia lebih aman dibanding dynamic router.

Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara ke sesama router. Untuk melakukannya ia menemukan route dan route alternatif yang berada pada network. Dynamic router bisa membuat keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan. Umumnya ia mengirimkan paket ke route yang paling efisien; salah satu yang menghasilkan jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun, jika route macet, dynamic route dapat mengirimkan paket ke route alternatif.

Pertukaran informasi antara router
----------------------------------

Dynamic router menggunakan apa yang disebut sebagai 'interior gateway protocol' untuk mempertukarkan informasi routingnya. Dua dari protokol yang paling umum adalah RIP (Routing Information Protocol) dan OSPF (Open Shortest Path First). RIP menggunakan distance-vector algorithm (DVA) untuk menghitung path routingnya. DVA mendasarkan keputusan routingnya pada jumlah hop yang paling sedikit dan mempertukarkan routing tabelnya diantara router-router yang lain setiap 30 detik. OSPF menggunakan sebuah link-state algorithm yang membutuhkan pemrosesan yang lebih besar dibanding DVA tapi menawarkan kontrol lebih. Tabel routing diupdate sebagaimana memungkinkan.

Geteway

-------

Gateway adalah relaying device yang palin pintar. Ia bisa digunakan untuk interkoneksi sistem dengan protokol, format, bahasa, dan arsitektur yang berbeda dengan cara bertindak sebagai sebuah translator.

Sebuah gateway dapat digunakan untuk menghubungan dua sistem yang secara penuh berbeda seperti sebuah mainframe (SNA) dengan sebuah PC LAN (IPX/SPX). Hal ini mungkin karena gateway melakukan fungsi translasi protokol. Sebagai translator, sebuah gatewah merepackage data yang datang dan merubah syntaxnya untuk match dengan sistem tujuannya.

Karena translation adalah proses yang complex, gateway cenderung lebih lambat dan dapat menjadi bottleneck pada network.

Gateway umumnya dikatakatan untuk berfungsi di application layer pada model OSI. Pada kenyatannya, ia melakukan fungsi keseluruhan layernya.

Senin, 28 Desember 2009

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Tools


System Mechanic












Download Versi 8 : http://ziddu.com/downloadlink/7115316/SystemMechanic_8.rar
Download versi 7 : http://ziddu.com/downloadlink/7114950/SystemMechanic__SHEVA_upload99.com.rar

Download  Versi 3.6 / 3.7 : http://ziddu.com/downloadlink/7112624/SystemMechanicv.3.rar

Tune Up Utilities 2009


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7113970/TuneUp2009.rar
Download : http://ziddu.com/downloadlink/711337/TuneUp_Utilities_2009_v.8.0.2000_Portable_spirkov.rar

RegistryMechanic8.0.0.907


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112499/RegistryMechanic8.0.0.907.rar

USB Safely Remove Portable


 








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112299/portableUSBSafelyRemovePortable.rar

PCI file recovery


 





Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112215/pci_filerecovery.rar

HDD Regenerator 1.71 Full


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7112058/HDD_Regenerator_1.71_Full.rar

Portable  PDF Password Remover 3.0


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105817/Port_PDF_Password_Remover_3.0.rar

Instant LOCK Hide Lock File-Folders V2.5 INC crack


 






Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105357/nstant_LOCK_Hide-Lock__File-Folders_V2.5_INC_crack.rar

versi 3.0.8

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105307/ESCilockstp3.0.8.rar

Deep.Freeze.Standard.6.53.020.2763


 









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7105258/Deep.Freeze.Standard.6.53.020.2763.rar

Serial Keys


 








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7047793/serialKeys.rar

BWMeter_4.2.1


 






Download : http://ziddu.com/downloadlink/7030951/BWMeter_4.2.1.rar

   

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Accesories

Dirrect_X11









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026816/Dirrect_X11.rar
 
Directx-9.0c












Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026700/directx-9.0c-control-panel.zip

Java environtment









Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026701/jxpiinstall.rar

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Antivirus

Symantec V 9.0








Download : http://ziddu.com/downloadlink/7027066/Symantecv.9.rar

PCMAV 2.2 Valkyrie







Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026533/pcmav_2.2_valkyrie.zip

Ansav












Download : http://ziddu.com/downloadlink/3363711/ESCansav-setup.rar

SMADAV

Versi 3.7
Download : http://ziddu.com/downloadlink/3364037/ESCSMADAV3.7.zip
Versi 7.0

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026412/smadav70.zip
Versi 7.1

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7026462/smadav71.zip

  

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Billing

Billing explorer 4.43 R-17 deskpro R-07 full version   








   

Download : http://ziddu.com/downloadlink/7030234/Billing2007.rar
Password : http://yobookku.blogspot.com

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Browser

Opera 10


Download : 
http://www.ziddu.com/downloadlink/7031709/opera10.rar
or
http://www.ziddu.com/downloadlink/7031151/opera10.rar





Mozilla FireFox 3.5.3

  Download : http://www.4shared.com/file/162005167/6c4c04dd/Firefox_Setup_353.html






Internet Explorer 7.0


Download : http://www.4shared.com/file/162011400/10bb4af4/Internet_Explorer_7.html

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Create Burn Image

PowerISO_45_2b


















Download : http://www.ziddu.com/downloadlink/7031454/PowerISO_45_2b_SOFT-BEST.NET_.rar

Audio Label V4.3.0.0 Build 1













Download : http://www.4shared.com/file/162033134/eaf9842e/AudioLabelv4300Build1wwwsoftar.html

Ery Software Collection ( E S C ) - All About For Style Theme

Al-Qur'an Screen Sever










Download : http://ziddu.com/downloadlink/7047794/Al-Quranscreensaversetup.rar

Minggu, 27 Desember 2009

Sebuah Cerita Tentang System Registry


 
Bagi pemakai yg belum mengenal registry tentunya akan bertanya apa itu registry?, apa kegunaannya?apa hubungannya dgn windows?dan pernik2 registry lainnya.
Hingga kini registry masih saja merupakan misteri,dan hanya sedikit orang saja yang mengetahui rahasianya. Hal ini karena informasi mengenai registry sangatlah kurang . Apa dan bagaimana registry sepertinya dirahasiakan oleh microsoft.Registry adalah sekumpulan informasi yg memuat konfigurasi hardware maupun software yg diinstal diPC .Disamping itu ,registry juga berisi tentang informasi mengenai konfigurasi windows itu sendiri , misalnya informasi control panel ,desktop,pengolahan akses, validasi login ,pengaturan virtual memori optimasi sistem dan sebagainya.

 Menyambung dari posting saya yang terdahulu, dimana sudah saya posting cara bermain-main dengan registry windows / Regedit maka saya posting juga sejarahnya system registry.


SEJARAH REGISTRY

registry dikembangkan mulai microsoft windows 95 dgn tujuan untuk menyempurnakan keterbatasan file SYSTEM.INI dan WIN.INI .Mulanya file SYSTEM.INI dan WIN.INI digunakan oleh microsodt untuk mengatur semua fungsi dan akses windows maupun aplikasi lain.setiap perubahan CD driver ,font dan konfigurasi lain selalu disimpan pada ke2 file tersebut.Hampir setiap program /aplikasi yang diinstl menambahkan informasi atau referensi pada file tersebutyang nantinya akan digunakan pada saat dibutuhkan.

Namun masalahnya suatu program di-uninstal , referensi atau informasi yang disimpan pada file .INI tersebut tidak ikut dihapus .Hal ini tentunya akan mengakibatkan file.INI semakin lama semakin membesar ukurannya.sebagai konsekuensinya akan mengurangi kinerj sistem , karena windosw akan me-load file.INI yang ukurannya besar dan me-load informasi yang ternyata sudh tidak berguna lagi.

selain itu, file.INI juga mempunyai keterbatasan ukuran ,yaitu tidak boleh melebihi 64 KB .jika ukuran file.INI melebihi batas 64 KB ,akan terjadi kekacauan pada sistem windows . sitem menjadi tidak stabil dan bisa terjadi crash kapan saja.

untuk mengatasi masalah ini, maka pengembang software membuat file konfigurasi tersendiri ,katakanlkah EXEL.INI,WINMP.INI ,dan sebagainya .semua konfigurasi program tersebut disimpan pada file.INI tersendiri dan hanya menambh referensi atau penunjuk kefile.INI dalam SYSTEM.INI dan WIN.INI .Hal ini tentunya akan mengurangi penambahan informasi pada kedua file.INI tersebut.

Namun metode ini ternyata memiliki kelemahan yaitu perkembangan ukuran file.INI tambahan menjadi tidak terkendali ,dan akan semakin memboroskan memori serta menghambt kerja sistem.selain itu,karena file.INI sebenarnya merupakan file teks biasa , maka terbuka kemungkinan untuk dimodifikasi secara manual .Jika pengubahan informasi pada file.INI kurang tepat,maka dapat menimbulkan resiko ,misal crash pada aplikasi yang menggunakn filoe.INI tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini ,dikembangkanlh registry.Registry terdiri dari beberapa file yang bertugas untuk mengatur semua hal yang berhubungan dengan sistem operasi, bagaimna berubungan dengan hardware ,bagaimana menanggapi permintaan suatu perangkat/hardware ,bagaimana mengatur dan menyediakan informasi untuk suatu program ,bagaimna berinteraksi dengan pengguna ,dan sebagainya .Registry dikembangkan untuk bekerja optimal dengan program dan driver 32 bit .selain itu batasan mengenai ukuran registry sangat besar ,yaitu 40 MB .dibandingkn dengan file SYSTEM.INI dan WIN.INI yang hanya 64 KB.

INFORMASI REGISTRY

registry memuat informasi driver dan aplikasi 32 bit hanya bekerja diIingkungan Windows 9x dan Windows NT. Namun driver 16 bit tidak dapat berjalan pada lingkungan Windows NT,registry-lah yang mengatur konfigurasi semua perangkat walaupun secara al diatur oleh BIOS.
Pada Windows 9x, driver 16 bit masth tetap bekeria melalui modus real mode dan diatur pada SYSTEM.INI. secara umum informasi yang dimuat dalam registry dapat dibedatiga, yaitu:
  1. Informasi mengenai hardware dan driver .Registry merupakan database yang memuat informasi mengenai driver 32 bit, seperti konfigurasi, nama file, versi driver dan sebagainya. Informasi ini juga meliputi letak suatu hardware pada PC Anda. Setiap Windows berkomunikasi dengan suatu hardware, maka Windows rnenggunakan driver yang telah ditentukan walaupun sebenarnya perangkat tersebut dapat diakses tanpa menggunakan driver, yaitu langsung melalui BIOS. 
  2. Informasi mengenai aplikasi. Registry memuat informasi mengenai tata letak suatu aplik pada layar, misalnya panjang dan lebar jendela, posisi menu, jendela status, dan sebagainya. Selain itu registry juga dapat memuat informasi mengenai suatu aplikasi, misalnya tanggal, versi, dan pembuat aplikasi, letak file bantuan, kapan dan si yang menginstal aplikasi, bahkan memuat pula nomor serinya. Masih banyak lagi informasi khusus mengenai aplikasi tersebut
  3. Informasi mengenai sistem. Informasi mengenai sistem dan Windows itu sendiri juga tersimpan dalam registry, misalnya tampilan pada Desktop , informasi pada Control Panel, validasi login, administrasi pengguna, pengaturan hak dan kewenangan pengguna, sistem keamanan, pengaturan memori virtual, dan sebagainya.

Berdasarkan tugas—tugas dan apa yang termuat dalam registry, dapat disimpulkan bahwa registry merupakan salah satu bagian paling vital pada Windows. Dapat dikatakan bahwa registry merupakan jantung dan Windows. Tanpa registry, Windows tidak dapat berjalan. Sama halnya dengan apabila registry mengalami kerusakan, Windows Anda dalam bahaya. Apabila tidak seg diperbaiki, ada kemungkinan harus menginstal ulang Windows tersebut.

STRUKTUR REGISTRY

Registry oleh Microsoft telah dibuat sedemikian rupa sehingga akses ke registry menjadi efisien dan efektif. Apa dan bagaimana registry disimpan akan penulis bahas di sini.
Informasi—informasi dalam registry terdapat pada file SYSTEM.DAT. dan USER.DAT. Untuk Windows ME, ada tambahan satu file 1agi yaitu CLASSES.DAT. Sementara untuk Windows NT, registry disimpan pada file DEFAULT, SAM, SECURITY, SOFTWARE , SYSTEM dan NTUSER.DAT. File—file ini disimpan pada folder WINDOWS dan beratribut System, Hidden dan ReadOnly.
Struktur registry pada Windows 9x lebih sederhana apabila dibandingkan dengan Windows NT, karena pada Windows 9x tidak memuat banyak fungsi kontrol/pengendalian. Windows 9x didesain sebagai workstation/client pada suatu jaringan, dan kebanyakan hanya untuk digunakan secara pribadi sehingga tidak perlu adanya
fungsi kontrol dan keamanan seperti pada Windows NT. Perbedaan ini membuat registry pada Windows 9x lebih sederhana dan lebih kecil ukurannya.
Registry pada Windows NT tidak kompatibel dengan Windows 9x. Jika penggi.ma men g-upgrade Windows 9x yang digunakan menjadi Windows NT, semua aplikasi dan konfigurasi yang ada harus diinstal ulang.
Informasi yang tersimpan pada registry dikelompokkan ke dalam beberapa grup yang disebut dengan Handle Key. Pengelompokkan ini dimaksudkan untuk mempermudah pencarian dan modifikasi suatu informasi. Handle key ini berjumlah enam, yaitu;

HKEY_LOCAL_MACHINE
HKEY_CLASSES_ROOT
HKEY_CURRENT_CONFIG
HKEYDYN DATA
HKEY_USERS
HKEYCURRENT_USER.

Handle key membuat modifikasi registry lebih mudah dan sederhana. Walaupun HKEY_CLASSES_ROOT dan HKEY_ CURRENT_CONFIG merupakan Handle key yang berbeda, namun keduanya merupakan bagian dan HKEY_LOCAL_MACHINE. HKEY_CURRENT_USER merupakan bagian dan HKEY_USERS.
Setiap PC booting, Windows memetakan HKEY_CURRENT_CONFIG dan HKEY_CLASSES_ROOT agar dapat dimodifikasi.
HKEY_CLASSES_ROOT sebenarnya adalah HKEY_LOCAL_ MACHINE \SOFTWARE \Classes. Sementara itu HKEY_CURRENT_ CONFIG \SYSTEM\CurrentControlSet merupakan pemetaan dan
informasi pada HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ CurrentControlSet.
Oleh karena handle key masih bersifat global, maka dalam handle key masih dibagi lagi menjadi beberapa key. Dalam key berisi informasi—informasi yang lebih detail yang dinamakan value. Selain ,
itu dalam key dimungkinkan mengandung key lagi, dan seterusn, Sebagai pemisah antar key digunakan simbol backslash (\).
Sedangkan value terdiri dan tiga bagian yang tidak terpisahka yaitu:
  • Nama, merupakan pengenal suatu value. 
  • Tipe data, yaitu bagaimana informasi pada value disimpan yai berupa salah satu dan: String, Binary, atau DWORD. 
  • Nilai yang terkandung pada value tersebut.
Sebagai contoh, pada HKEY_LOCAL_MACHINE\ SYSTEM\CurrentControlSet, handle key-nya adalah HKEY_LOCAL_MACHINE, key level pertama adalah SYSTEM, dan CurrerntControlSet merupakan key level kedua. Berikut penjelasan singkat masing—masing handle key.

HKEY_LOCAL_MACHINE

HKEY_LOCAL_MACHINE atau biasa disingkat dengan HKLM berisi informasi / konfigurasi mengenai hardware, sistem, jaringan dan software. Konfigurasi keamanan, kewenangan pengguna, dan sharing file/folder yang biasa diakses melalui Windows NT User Manager for Domains, Windows Explorer, dan Control Panel, juga disimpan di sini. Semua konfigurasi yang tersimpan pada handle key ini bersifat independen, artinya konfigurasi ini tidak berbeda untuk semua user yang menggunakan sistem tersebut.

HKEY_CLASSES_ROOT

HKEYCLASSES_ROOT atau disingkat dengan HKCR memu semua informasi yang diperlukan untuk menjalankan aplikas software, yaitu:
• Informasi mengenai ekstensi file dan aplikasi untuk membuk nya. Sebagai contoh, file berekstensi .doc, maka aplikasi per bukanya adalah Microsoft Word.
• Informasi nama semua driver.
• Referensi yang mewakili tentang suatu kata pengenal. Misalnya aufile mewakili AU Format Sound.
• Pengenal Class ID, yaitu suatu pengenal, biasanya berupa nomor tertentu, yang digunakan untuk mengakses item, menu, dan sebagainya.
• Informasi DDE (Dynamic Data Exchange) dan OLE (Object Linking and Embedding). Yaitu tentang pengaturan pertukaran, penggabungan dan pelekatan data antar aplikasi.
• Icon yang digunakan untuk menerangkan suatu aplikasi atau dokumen.

HKEY_CURRENT_CONFIG

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa HKEY_CURRENT_ CONFIG (HKCC) merupakan pemetaan dan HKLM\CurrentControlSet. HKCC menunjukkan konfigurasi hardware yang telah dipilih pada saat startup. HKCC digunakan untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi mengenai konfigurasi hardware. Pada sistem yang hanya mempunyai satu konfigurasi saja (original configuration), sistem akan langsung memuat konfigurasi tersebut tanpa meminta konfirmasi user. Gambar 1.1 menunjukkan sistem yang hanya mempunyai satu konfigurasi saja.
Jika sistem mempunyai lebih dan satu konfigurasi, semua informasi mengenai konfigurasi tersebut disimpan pada HKLM. Pada Windows 9x, setiap startup, sistem akan memberi pilihan kepada user untuk memilih konfigurasi mana yang akan dipakai, kemudian sistem mengambil informasi mengenai konfigurasi terpilih dan HKLM, dan kemudian memetakannya pada HKCC.


HKEY_USERS

HKEY_USERS/HKU memuat informasi mengenai konfigurasi default user dan user yang telah login. Walaupun handle ini berisi konfigurasi semua user yang telah terdaftar, namun konfigurasi tersebut tidak dapat digunakan kecuali user log-in ke jaringan. Konfigurasi ini memuat informasi icon, susunan start menu, font yang dipakai, dan setting Control Panel yang dapat diakses.

HKEY_CURRENT_USER


Handle im memuat informasi yang hampir sama dengan HKU karena sebenarnya HKCU merupakan pemetaan dan sebagian data pada HKU, yaitu yang berkaitan dengan user yang sedang aktif.
Setiap perubahan yang terjadi pada HKCU akan mengubah juga informasi pada HKU. Sebaliknya, setiap perubahan pada HKU akan mengubah juga HKCU.

HKEY_DYN_DATA

Handle ini bersifat unik dan berbeda dan handle lainnya karena hanya digunakan pada saat startup saja. Handle ini menyimpan informasi dan konfigurasi perangkat keras terutama perangkat Plug and Play pada saat startup.

Menggunakan Regedit

Untuk dapat memodifikasi registry, diperlukan program Registry Editor. Saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam program Registry Editor, dan yang sederhana sampai yang canggth, dan yang gratis, murah sampai yang mahal. Namun semua itu tidak diperlukan karena Windows sendiri sebenarnya sudah menyediakan, yaitu regedit.exe.
Untuk menjalankan Registry Editor, jalankan menu Start -> Run, kemudian ketik regedit, dan tekan tombol Ok.

Membuat Key


Untuk membuat key, tentukan dahulu tempat key akan dibual Setelah itu klik kanan pada tempat yang telah ditentukan, pilth New
> Key. Key baru akan terbentuk, ketik nama key yang And inginkan, dan kemudian tekan Enter.

Membuat Value


Untuk membuat value, tentukan dahulu tempat value akan dibual Setelah itu klik kanan pada tempat yang telah ditentukan, pilih Ne kemudian pilth salah satu tipe value yang diinginkan, apakah bertip String, Binary, atau DWORD. Value baru akan terbentuk, ketil nama value yang dikehendaki dan kemudian tekan Enter.

Mengubah Nilai Value

Untuk mengubah nilai data pada value, klik ganda pada value yan akan diubah nilainya, kemudian muncul jendela pengubahan valuc Pada kotak Value Data, isikan dengan nilai yang dikehendaki.

Key dan Value

Untuk menghapus key atau value sangatlah mudah, tinggal klik kanan key atau value yang akan dihapus, kemudian pilth Delete.

Mengganti Nama Key dan Value

Mengganti nama key atau value juga sangat mudah. Anda cukup menentukan nama key atau value yang akan diubah, kemudian klik kanan, pilth Rename. Setelah itu ketik nama penggantinya dan tekan Enter.

Mengekspor Registry

Mengekspor registry dapat didefinisikan sebagai menyimpan
dibuat informasi sebagian atau seluruh registry ke dalam file lain yang New dapat dipergunakan lagi dikemudian han. Hal ini serupa dengan Anda mem-backup registry.
Untuk mengekspor registry sangatlah mudah. Klik menu Registry -> Export Registry File... Pada kotak File name, ketik nama file yang akan disimpan. Pada Export range, akan ada dua pilihan, yaitu:

All, artinya semua informasi pada registry akan disimpan.
dibuat.
New, • Selected branch, artinya hanya sebagian dan informasi registry
bertipe yang akan disimpan, yaitu yang terletak pada key yang telah
ketik ditentukan.
Setelah itu tekan Save.
Mengimpor Registry
Untuk mengimpor registry sangatlah mudah. Klik menu Registry.> value. Import Registry File..., kemudian pilih nama file yang akan diimpor,
dan tekan Open.

Refresh Registry

Setiap perubahan yang terjadi pada registry, terutama yan menyang-kut dengan informasi atau konfigurasi perangkat keras dat sistem, registry harus di-refresh agar sistem dapat bekerja dengar baik. Refresh registry umumnya dilakukan dengan me-restan Windows.
Namun cara ini sangat tidak efisien karena berarti harus me-restart PC dan awal, ini akan menyita cukup banyak waktu. Padahal hanya sebagian informasi dan registry saja yang perlu di-refresh. Jika keseluruhan sistem komputer di-restart, maka akan membutuhkan waktu yang lama.
Trik berikut akan memperpendek waktu refresh registry. Namun sebelumnya Anda harus menyimpan semua pekerjaan Anda.
1. Tekan tombol CTRL + ALT+ DEL, akan muncul jendela Task Manager.
2. Pilih Explorer, kemudian klik tombol End Task. Jika jendea Shutdown muncul, tekan saja Cancel.
3. Beberapa saat kemudian akan muncul jendela pesan kesalahan. Klik saja End Task, dan Windows akan me-load ulang Explorer dengan konfigurasi registry terbaru.
Jika Anda tidak mau repot dengan trik di atas, trik berikut ini mungkin dapat dijadikan alternatif. Yang diperlukan adalah dengan membuat shortcut di desktop, yang akan me-refresh registry tanpa me-restart komputer.
1. Pertama klik kanan pada area kosong di dekstop, lalu pada konteks menu yang muncul, pilih menu New -> Shortcut.
2. Pada jendela Create Shortcut yang muncul, dalam kolom Command Line, isikan perintah berikut ini:
C: \WINDOWS\RUNDLL32.EXE she1132,SI-ExitWindowsEx
3. Berikutnya klik tombol Next, dan pada menu berikutnya ben nama shortcut tersebut Restart.
4. Setelah selesai klik tombol Finish.
5. Untuk mempermudah pemariggilan shortcut tersebut, buat kombinasi tombol. Klik icon shortcut baru tersebut dengan
tombol kanan mouse, lalu pilih menu Properties.
6. Pada tab Shortcut di bagian Shortcut key, tentukanlah kombinasi tombol yang ingin digunakan, misalnya Ctrl+Alt+End. Selanjutnya Anda cukup menekan tombol End, maka kombiriasi tombol Ctrl+Alt+End akan tertulis secara otomatis dan siap digunakan.
7. Untuk mengakhiri klik OK.
Selanjutnya pengguna dapat me-restart registry Windows hanya dengan menekan tombol Ctrl+AIt+End atau mengklik ganda icon schortcut Restart di desktop.
Setiap kali menghadapi proses instalasi yang membutuhkan restart, trik di atas dapat digunakan dengan mudah tanpa harus mematikan keseluruhan sistem, yang memerlukan waktu.

Backup dan Restore Registry
Backup Registry


Selain melalui perintah ekspor pada regedit, Windows secara otomatis juga telah membuat salman registry-nya. Pada Windows 95, setiap kali proses booting yang berhasil dijalankan, Windows selalu mem-buat file backup registry yang disimpan pada folder Windows dengan ekstensi .DAO.
Sementara itu pada Windows 98/ME, backup registry, termasuk file startup WIN.INI dan SYSTEM.INI disimpan ke dalam sebuah sub- folder Windows yang tersembunyi, yaitu Sysbckup. File-file backup ml disatukan dalam file Cabinet khusus dengan nama RBOOx.CAB.
°x” bernilai salah satu angka dan 0 sampai 5. Backup terbaru dapat dilihat dan tanggal filenya. Setiap kali proses startup berhasil, maka versi lama file registry dan file .INI akan ditimpa.

Restore Registry
Windows 95

Restore registry tidak dapat dilakukan dalam Windows, nar hanya dapat dilakukan melalui DOS murrii, bukan Comm Prompt DOS.
Untuk masuk ke DOS murni, booting dapat dilakukan melalui di boot. Disket ini harusnya sudah dibuat sebelumnya. Atau jika At belum memiliki disket boot, restart komputer, lalu tekan tombol I[F8] bersamaan dengan munculnya pesan “Windows 95 is starting...”.
Sekarang berpindahlah ke folder Windows penulis mengang bahwa folder Windows yang digunakan terletak di folder … \Windows, jika letak foldernya lain, bisa disesuaikan.
C:
CD C:\WINDOWS
Kemudian pengguna harus mengubah atribut file SYSTEM.DAT USER.DAT. Kedua file tersebut menjadi normal. Kedua file beratribut System, Hidden, dan ReadOnly.
ATTRIB -R —H -S SYSTEM.DAT
ATTRIB -R —H —S USER.DAT
Ubah nama kedua file tersebut sebagai salman.
REN SYSTEM.DAT SYSTEM.BAK
REN tJSER.DAT USER.BAK
Restore file registry larna dengan perintah:
COPY SYSTEM.DAO SYSTEM.DAT
COPY USER.DAO USER.DAT
Langkah terakhir adalah mengembalikan atribut file registry.
ATTRIB ÷R +H +S SYSTEM.DAT
ATTRIB +R +H +S LJSER.DAT
Restart komputer Anda dan selamat menikmati registry lama.

Windows 98/ME


Pada Windows 98/ME, backup registry disimpan pada folder svsbckup, dan disatukan dalam satu file dengan format .CAB. Untuk  me-restore-nya, seperti pada Windows 95, harus melalui DOS murni.
Langkah-langkah untuk boot ke DOS murni hampir sama pada Windows 95.

Lakukanlah langkah-langkah sampai pada pengubahan nama-nama [F81 file registry seperti yang telah dijelaskan pada bagian untuk
Windows 95. Ingat, pada Windows ME, file registry bukan dua, melainkan tiga, ditambah dengan file CLASSES.DAT, kemudian
ggap berpindahlah ke folder sysbckup dan lihat ada berapa file pada alder folder tersebut serta lihat masing-masing tanggal file tersebut dengan  perintah:
D WINDWS SYSBCKUP
DIR RB*.*
Dengan ditampilkannya tanggal masing-masing backup file registry, pengguna dapat memilih backup registry mana yang akan di-restore,
misalnya backup registry sebelum Windows yang digunakan crash, dan ini biasanya terjadi setelah menginstal suatu aplikasi.
Namun sebelum melakukan proses restore, ada baiknya membuat dahulu sebuah folder sementara. Misalkan buat folder dengan nama “OLDREGS”. Untuk itu berikan perintah berikut:
CD (berpindah ke direktori/folder root C:\)
MD OLDRECS
Kemudian berpindahlah kembali ke folder “SYSBCKUP” dengan perintah yang sama seperti telah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya salinlah file backup yang telah Anda tentukan ke dalam folder sementara tersebut.
COPY RBOOx.CAB C: OLDREGS
“x” berarti nomor file backup yang telah ditentukan. Kemudian berpindahlah ke folder sementara.

CD \OLDREGS
Ekstrak file backup dengan perintah;
EXTRACT E RBOOx.CAB
Setelah diekstrak akan terdapat file SYSTEM.DAT, USER.D SYSTEM.INI, WIN.INI, serta CLASSES.DAT untuk Windows I File-f ile .DAT tersebut masih beratribut ReadOnly, hidden system. Untuk itu perlu dinormalkan dahulu atributnya. Salin registry ke folder Windows.
ATTRIB R -H S SYSTEM.DAT
ATTRIB R -H -S USER.DAT
ATTRIE -R -H -S CLASSES .DAT (untuk Windows ME)
COPY *.DAT C:\WINDOWS
Kemudian kembalikan atribut file registry tersebut.
CD \WINDOWS
ATTRIB ÷R +H +S SYSTEM.DAT
ATTRIB +R +H ÷S USER.DAT
ATTRIB +R +H +S CLASSESDAT (tambahankhususME)
Restart komputer Anda untuk kembali ke registry lama.

WINDOWS XP


inilah langkah singkat untuk memback up Registry Windows XP :

> Klik Start Menu -- RUN

> Kemudian masukan perintah berikut “Regedit” tanpa tanda kutip, untuk mengakses Registry Editor

> Untuk memulai proses Back Up, Klik Menu File – kemudian pilih Export

> Pada Jendela Export Registry File, pada pilihan Save In tentukan lokasi dimana anda akan menyimpan File Back Up anda; pada File Name tentukan nama file back up anda, kemudian pada Save as Type, sebaiknya anda biarkan secara default yaitu as *.reg

> Kemudian di bagian bawah ada opsi Export Range, anda pilih All bila ingin membackup registry anda secara keseluruhan (semua registry anda back up) atau anda pilih Selected Branch bila anda menginginkan hanya Branch yang terseleksi saja (Branch yang sedang dan akan anda edit).

> Setelah selesai klik Save

Kini anda telah mempunyai Back Up Registry Windows XP, dan anda bisa memulai proses editing terhadap Registry Windows XP. Bila ternyata setelah proses editing terjadi eror, jangan khawatir anda tinggal me-restore file back up yang sudah anda buat.

Caranya :

Double klik pada file back up yang telah anda buat tadi (*.reg), maka Registry Windows XP Anda pun akan kembali ke posisi semua dimana sebelum terjadi proses editing. Atau langkah lain anda bisa mengakses Menu File – Import pada jendela Registry Editor.

Selamat Mencoba, dan jangan takut untuk mengedit Registry Windows XP untuk mendapatkan kinerja Windows XP yang lebih baik, yang harus anda ingat hanya : lakukan back up sebelum anda melakukan proses editing terhadap Registry Windows XP.

Cara Merakit Komputer Dengan Cepat


Dalam merakit komputer ada beberapa tahapan-tahapan dasar yang perlu diketahui antara lain :

  1. Anda perlu menyiapkan perangkat-perangkat komputer yang akan dirakit, seperti : media alat input, media alat output, media alat pemprosesan dan media alat penyimpanan. Dan siapkan juga alat-alat keperluan lainnya, seperti : obeng plus atau minus, dan tang lancip.
  2. Memeriksa Cassing. Dalam memeriksa cassing terlebih dahulu kita harus melepaskan baut di bagian belakang cassing dan geserkanlah penutup cassing, jika penutup tidak terjadi apa-apa biasanya kondisi cassing tidak bermasalah.
  3. Ujilah power supply pada yang terletak pada cassing komputer anda dengan menghubungkan satu daya power supply dengan aliran listrik. Untuk memulai pengujian hidupkan komputer, yakinkan kalau kipas power supply berputar dan berfungsi dengan baik.
  4. Dalam merakit komputer kondisi motherboard juga harus diperiksa dengan cara melakukan setting jumper, dengan cara yaitu hubungkan satu pin (kaki) ke pin yang lain dengan menggunakan cap jumper, ketika satu pin dihubungkan dengan pin yang lain, maka statusnya “ON”, dan jika tidak dihubungkan maka statusnya “OFF”. Untuk mengetahui keberadaan pin satu, lihat tulisan atau simbol didekat jumper, jika terdapat tulisan “1″ atau garis “tebal” itulah pin 1. Jika anda belum jelas atau belum mengetahui lihatlah buku paduan yang terdapat pada motherboard yang digunakan.
  5. Letakkan Motherboard pada badan cassing yang terletak didalam cassing masukkan mur penyangga pada ke lubang badan cassing dan bautlah semua lubang motherboard pada lubang badan cassing dan pastikan motherboard terpasang kencang pada badan cassing.
  6. Pasang kabel konektor power supply ke konektor power motherboard, memasang jenis kabel konektor perlu diperhatikan cara pemasangan dan pelepasannya, jika kabel konektor power supply menggunakan jenis AT maka gunakanlah konektor jenis AT, begitu juga jika kabel menggunakan konektor power supply berjenis ATX maka gunkanlah kabel konektor jenis ATX, temukanlah kabel berwarna merah pada konektor P8 dan P9 yang tepatnya berada di tengah head kabel konektor power.
  7. Pasanglah processor dengan cara membuka socket pengunci processor, geserlah kekanan sedikit saja tariklah ke atas sampai tegak lurus. Dudukan processor hingga seluruh kaki kedalam socket, dalam proses ini janganlah menekan processor dengan berlebihan sesuaikan dengan arah panah atau pin 1 yang terdapat pada processor tersebut.
  8. Letakkan headsink fan atau kipas pendingin processor, kaitkan dan kuncikan headsink fan atau kipas pendingin processor pada socket processor dan hubungkan konektor kabel headsink fan atau kipas pendingin processor ke konektor kabel power suply.
  9. Pasanglah memori sesuai pada slot memori sesuai dengan jenis slot yang terdapat pada motherboard dengan cara memastikan pin-pin memori sejajar dengan garis slot memori dan tekanlah memori ke arah depan dan tekanlah memori secara bersamaan pastikan kedua pengait memori yang terdapat pada slot memori di motherboard terkunci dan memori tersebut dalam keadan berdiri tegak serta pastikan juga memori tersebut tidak miring posisi kanan dan kirinya
  10. Pasanglah VGA atau Card Grafis pada slot VGA pada motherboard dengan cara dudukkan VGA pada slot VGA dengan posisi vertikal dan tekanlah VGA ke bawah secara perlahan.
  11. Pasanglah harddisk pada dudukan harddisk yang terdapat pada bagian dalam cassing dan bautkanlah harddisk tersebut agar tidak bergerak atau terlepas. Pasanglah Kabel IDE/HDD ke harddisk dan hubungkan kabel IDE1/ HDD1 ke konektor IDE/HDD pada motherbord dan hubungkanlah konektor power supply ke harddisk, Catatan : kebel IDE1/HDD1 (primary key) adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan harddisk tunggal atau master yang dihubungkan ke konektor IDE1/HDD1 pada motherboard, sedangkan untuk kabel IDE2/ HDD2 atau lebih dikenal dengan “slave” berfungsi untuk harddisk secondary atau harddisk tambahan.
  12. Pasanglah CD Room pada dudukan yang terdapat didalam cassing lalu pasanglah kabel IDE2/HDD2 (secondary) ke CD Room hubungkanlah kabel tersebut ke konektor IDE2/HDD2 pada motherboard serta hubungkan konektor power supply ke CD Room tersebut.
  13. Pasanglah Floppy disk drive pada dudukan didalam cassing dari bagian depan cassing, serta hubungkanlah kabel FDD ke konektor FDD kekonektor FDD pada motherboard dan hubungkanlah konektor power supply ke Floppy drive.
  14. Hubungkanlah panel kabel yang terdapat pada cassing komputer seperti : kabel “SW” hubungkan ke konektor “SW” yang terdapat motherboard, kabel “PLED/Power Led” ke konektor “PLED” yang terdapat pada motherboard, kabel “HDDLED” ke konektor “HDDLED” yang terdapat pada motherboard, kabel “RESET SW” ke konektor “RESED SW” yang terdapat pada motherboar:cry: 

Sekilas Tentang Motherboard Komputer


 
Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE.

Yang perlu diperhatikan!
Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :

1. Chipset
2. Tipe CPU
3. Slot dan tipe memori
4. Cache memory
5. Sistem BIOS
6. Slot ekspansi
7. Port I/O

Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.
Chipset : Komandan data dan proses
Disebut chipset karena barang satu ini umumnya merupakan sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh. Sepasang chip ini, yang satu buah disebut North Bright chip dan satu lagi dipanggil South Bridge chip, bisa dibilang merupakan panglima tertinggi pada sebuah system bernama motherboard.Saat ini, terdapat banyak motherboard dengan chipset yang berbeda-beda. Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan menentukan beberapa hal antara lain.

• Tipe prosesor yang bias digunakan
• Jenis memori yang bias mendukung system PC dan kapasitas maksimumnya
• Kelengkapan I/O yang mampu disediakan
• Tipe display adapter yang bisa digunakan
• Lebar data pada motgherboarad yang bisa didukung
• Ketersedian fitur-fitur tambahan (misalnya LAN, sound card, atau modem onboard).

Tipe CPU
Terdapat tiga tipe CPU yang banyak beredar di pasaran yakni CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation. CPU alias prosesor keluaran VIA sendiri pada umumnya mengikuti platform teknologi yang dikeluarkan oleh Intel. Artinya, setiap seri prosesor yang dirilis VIA pada umumnya selalu memiliki kompatibilitas dengan seri prosesor yang dibuat Intel. Sementara AMD menggunakan platform teknologi yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel, sekalipun teknologi pross yang digunakan oleh perusahaan ini juga mengikuti apa yang dilakukan Intel. Lantaran perbedaan platform ini, prosesor AMD menggunakan soket atau slot yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel. Bila Intel menyebut Slot 1, AM menyebutnya Slot A. pada prosesor soket, belakangan AMD relative lebih konsisten dalam mengeluarakan tipe soket yang digunakan, yakni senantiasa menggunakan Soket A yang kompatibel pada seri kecepatan manapun, yakni soket dengan jumlah pin 462 buah. Bandingkan dengan Intel yang selalu berubah-ubah, dari soket 370 pin, kemudian menjadi 423 pin, lalu berubah lagi menjadi 478. akibatnya, kemungkinan untuk meng-upgrade sebuah prosesor Intel generasi baru selalu harus dibarengi dengan penggantian motherboard itu sendiri. Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan

• Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.

• Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.

• Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).

• i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.

• Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)

• Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).
Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.

• Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.

• Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya : i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP

• Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.

• AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.

• Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya
• Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .

• Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

• Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor.         ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.

Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

Istilah - Istilah Dalam Jaringan



Attenuation
-----------
Attenuation mengacu pada pelemahan sinyal selama ia berjalan melalui kabel.Ia kadang disebut sebagai roll off.

Selama sinyal mengalir melalui kawat, gelombang kotaknya berubah bentuk sejauh ia mengalir.Jadi, attenuasi sebenarnya adalah fungsi dari panjang kabel.Jika sinyal mengalir terlalu jauh,ia bisa menurun kualitasnya sehingga stasiun penerimanya tidak mampu lagi menginterpretasikannya dan komunikasi akan gagal.

Repeater dapat digunakan untuk menambah kekuatan sinyal pada baseband network sehingga ia bisa mengalir lebih jauh. Amplifier melakukan fungsi yang sama pada brodband network.

Repeater
--------

Repeater adalah sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.

Repeater mempunya beberapa karakteristik:
- digunakan untuk meregenerasi sinyal baseband yang ada digunakan
- terutama pada topologi bus koaksial (linear) segmen yang dihubungkan
- oleh sebuah repeater harus menggunakan metode media access control
- (MAC) yang sama (misalnya, sebuah repeater tidak bisa melewatkan
- traffic antara ethernet dan token ring) repeater bisa melewatkan
- traffic antara beberapa media yang berbeda (misalnya, coax ke fiber
- optic) jika interface yang sesuai tersedia repeater tidak melakukan
- akselerasi atau mengubah sinyal, ia hanya meregenerasinya saja.
- repeater tidak melalukan filter packet atau batasan
- kongesti/kemacetan. repeater akan melewatkan paket broadcast
- repeater beroperasi di physical layer pada model OSI fungsi dasar
- dari repeater (regenerasi sinyal) bisa dilakukan oleh device-device
- penghubung (misalnya hub atau bridge).

Karena repeater tidak melakukan apa-apa terhadap filterisasi atau pembatasan traffic, ia seharusnya dilihat terutama sebagai penghubung workstasion yang jauh, tidak sebagai penambah workstasion tambahan. Dengan kata lain, repeater seharusnya digunakan untuk menambahkan jarak dari network, bukan kepadatannya.

Batasan jumlah repeater yang dapat digunakan

--------------------------------------------

Ada batasan jumlah repeater yang bisa digunakan. Jumlah repeater terbatas oleh aturan 5-4-3. Pada aturan ini hanya ada tidak lebih dari 5 segmen dengan tidak ada lebih dari 4 reater antara 2 station. Hanya 3 dari 5 segmen bisa dipopulasikan (yaitu, berisi node atau host). Pada kasus ini sebuah station adalah bridge, router atau gateway. Jadi, penambahan bridge mengijinkan penambahan repeater yang digunakan pada LAN.

HUB
---

Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain.

Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network.

Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.

Kapabilitas yang disediakan hub

-------------------------------

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub
--------------

Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).

Switch

------

Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network.

Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

MSAU

----

MSAU adalah Multistation Access Unit yang berfungsi seperti hub pada network Token Ring. MSAU mempunyai kemampuan untuk membypass kabel yang putus atau station yang gagal untuk memelihara integritas ringnya.

Concentrator
------------

Concentrator atau wiring concentrator mirip dengan hub dan kedua istilah ini sering dipertukarkan. Ia melayani sebagai central connection point dimana sejumlah kabel yang datang bersatu. Sebuah hub atau switch melakukan fungsi sebagai sebuah concentrator.

Pada bentuk yang paling sederhana, concentrator adalah multiport repeater. Ia menggabungkan sejumlah line yang datang dengan sejumlah line keluar. Beberapa concentrator dapat mengontrol error, menentukan kualitas kabel, dan melakukan fungsi-fungsi administratif. Seperti sebuah MSAU concentrator pada network ring menjaga ring tetap bekerja jika workstation hilang atau dipindahkan.

Interconnectivity Device dan fungsinya
--------------------------------------

Bridge, router, dan gateway adalah interconnectivity device. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan segmen atau multiple network menjadi single, sistem yang heterogen dimana komputer-komputer dapat berkomunikasi. Device ini kadang disebut sebagai relay.

Bridge

------

Bridge adalah relay atau interconnecting device yang digunakan untuk menggabungkan beberapa LAN.

Sebuah bridge dapat:
- menghubungkan segmen network bersama memfilter traffic dengan
- membaca packet addressnya menghubungkan network yang berbeda
- (Ethernet dan Token Ring) jika level protokol yang lebih tingginya
- sama atau bisa ditranslasikan

Sebuah bridge tidak dapat:
- menentukan jalur mana yang paling efisien untuk mentransmisikan data
- menyediakan fungsi traffic management (melewatkan kemacetan)

Fungsi-fungsi bridge dapat dilakukan oleh sebuah server atau device bridge mandiri.

Aturan umumnya adalah tidak boleh ada lebih dari empat bridge pada satu LAN.

Pelewatan traffic antara segemen-segmen LAN
-------------------------------------------

Sebuah bridge mengecek MAC Address dari tiap paket yang diterimanya. Bridge menentukan alamat tujuan paket dan membandingkannya dengan tabel routing yang dipeliharanya. Berdasarkan pembandingan ini, bridge melakukan tiga tugas:

  1. Jika alamat tujuan pada routing tabel dan berlokasi di segmen yang sama dengan pengirim, packet dihilangkan. (Tidak ada keperluan untuk melewatkannya melalui bridge jika ia dialamatkan ke host didalam segmennya.)
  2. Jika alamat tujuan berada dalam routing tabel dan berlokasi pada segmen yang berbeda, paket kemudian diteruskan ke segmen tersebut.
  3. Jika alamat tujuan tidak berada pada tabel routing, paket kemudian diteruskan ke semua segmen.

Catat bahwa saat bridge menerima packet dari satu host yang dialamatkan kehost pada sisi yang lain, bridge melewatkan frame date melalui koneksi tersebut. Jika bridge mendeteksi traffic yang dialamatkan ke segmen aslinya, ia tidak mengijinkan ia untuk lewat. Dengan cara ini bridge melakukan fungsi filtering yang mengurangi keseluruhan network traffic.

Meskipun bridge dapat mempelajari MAC address dari station pada network, ia tidak dapat menentukan jalur yang paling efisien untuk mengirimkan data. Tugas ini membutuhkan sebuah router.

Pembuatan routing table oleh bridge

-----------------------------------

Routing tabel untuk bridge berbeda dengan routing tabel yang digunakan oleh router. Routing tabel yang digunakan bridge bersasarkan pada MAC address bukannya IP address. Tidak seperti router, bridge tidak berbicara dengan sesamanya untuk mengupdate routing tabelnya. Walaubagaimana, kebanyakan bridge dapat memonitor dan mempelajari alamat dari tiap-tiap station pada network. Mereka menggunakan informasi ini untuk membentuk routing table.

Saat bridge menerima sebuah packet, ia menguji sumber MAC addressnya dan menggunakan informasi ini untuk menambah atau mengupdate routing tabelnya. Sebuah bridge hanya perlu mengetahui suatu MAC address berada pada segmen yang mana sehingga ia bisa secara tepat meneruskan paketnya. Saat ia menguji sebuah paket, ia mungkin tidak tahu pada segmen yang mana alamat tujuan berada, tapi ia tahu dari segmen yang mana paket berasal. Jadi MAC address sumber dan segmennya ditambahkan ke routing tabelnya. Setiap waktu routing tabelnya diupdate dengan semua MAC address dan segmen.

Network Partitioning
--------------------

Jika performansi network menurun karena berlebihan traffic, satu kemungkinan solusi adalah mempartisi/ membagi network menjadi dua atau lebih segmen. Sebuah network dapat dipartisi menggunakan bridge. Bridge ini disisipkan antara dua segmen LAN dan sebagaimana traffic mengalir melalui LAN, bridge ini memfilter dan meneruskan sesuai dengan alamatnya. Hanya traffic yang ditujukan ke segmen yang lain yang diijinkan melewati bridge.

Partitioning kadang disebut juga sebagai segmenting network.

Keuntungan partitioning (segmenting) network
--------------------------------------------

Jika kelebihan traffic mulai menurunkan performance, salah satu solusi adalah mempartisi networknya.

Sebagai contoh, asumsikan sebuah network perusahaan menghubungan departemen accounting dan marketing yang menghasilkan sejumlah message berikut selama hari kerja: Marketing ke Marketing: 200; Marketing to Accounting: 100; Accounting to Marketing: 100; dan Accounting ke Accounting: 200.

Tanpa partisi, semua traffic akan mengalir melalui kedua departemen. Jadi, 600 message akan diarahkan ke tiap-tiap host. Bagaimanapun, jika kedua departemen dipartisi dengan memisahkannya dengan bridge, semua message internal marketing akan tetap berada pada sisi networknya. Hanya Message yang ditujukan ke accounting yang melewati bridge ke segmen accounting. Kebalikannya juga berlaku. Segmen marketing tidak akan dipenuhi dengan message internal dari accounting. Hasilnya adalah 50% penurunan pada keseluruhan network traffic; setiap segmen sekarang hanya memproses 300 message.

Sebagai aturan umum, jika apa yang anda inginkan adalah partisi network, bridge adalah piliha utama daripada sebuah router karena ia beroperasi dengan overhead yang lebih sedikit.

Masalah potensial yang terjadi saat menghubungkan Ethernet dan Token
Ring LAN dengan Bridge

----------

Bridge mampu untuk menghubungkan LAN yang menggunakan physical dan MAC-layer protokol yang berbeda, seperti Ethernet dengan Token Ring. Bagaimanapun, ada beberapa masalah potensial dengan koneksi ini:

- Token ring mempunyai mekanisme untuk mensetting prioritas
- transmisi. Ethernet tidak. Paket ethernet lebih kecil dan
- strukturnya berbeda dengan paket token ring Informasi paket ethernet
- dikodekan berbeda dengan paket token ring Ethernet menggunakan
- transparent bridging untuk mengidentifikasikan alamat network dan
- token ring menggunakan source routing

Sebuah transalation bridge bisa digunakan untuk mengeliminasi kemungkinan masalah berhubungan dengan penggabungan LAN ethernet dan token ring. Dibanding yang lainnya, bridge tipe ini mampu untuk  menghilangkan data dari satu frame (misalnya ethernet) dan mempackagenya kembali menjadi frame yang lain (misalnya token ring).

Keuntungan yang disediakan bridge
---------------------------------

Bridge adalah sebuah relay atau interconnecting device yang bisa digunakan untuk menyediakan beberapa kemampuan berikut:

- Memperluas/menambah jarak dari network yang ada Menambah jumlah
- workstation pada network Mengurangi kemacetan trafic (dengan network
- partitioning) Menyediakan koneksi ke network yang berbeda (misalnya
- Ethernet ke Token Ring) Memindahkan data melalui intermediate
- network dengan protokol yang berbeda

Transparent bridging dan perbandingannya dengan source routing

--------------------------------------------------------------

Tranparent bridging dan source routing adalah dua teknik pembelajaran yang digunakan oleh bridge untuk membentuk tabel alamat dari semua station pada network. Tanpa adanya teknik ini, sistem administrator harus secara manual mengupload alamat-alamatnya kedalam bridge.

- Transparent bridging digunakan pada network Ethernet. Bridge
- mempelajari alamat station dengan menguji jadai frame jika mereka
- lewat. Tabel alamat mengasosiasikan alamat sumber dari frame data
- dengan alamat networknya. Tabel ini direview terus menerus dan
- terupdate jika network berubah.

- Source routing digunakan pada network Token Ring. Bridge mempelajari
- alamat station dengan mempunyai sebuah node sumber yang mengirimkan
- paket penjelajah. Multipel paket explorer dikirimkan melalui network
- ke tujuannya. Kemudian mereka melaporkan kembali ke node sumber yang
- menentukan jalur yang paling efisien. Informasi jalur ini kemudian
- disimpan didalam bridge dan semua transmisi berikutnya menggunakan
- jalur ini.

Ingat dalam pikiran bahwa tujuan dari baik transparent bridging ataupun source routing adalah untuk menjaga bridge membuat looping dalam network. Perbedaannya adalah transparent bridging adalah metode Ethernet untuk memblok looping dan source routing adalah metode Token Ring untuk menghindari looping.

Spanning Tree Algorithm

-----------------------

Spanning Tree Algorithm (SPA) adalah proses yang digunakan untuk mendeteksi dan menurup circular traffic patterns (looping). Ia beroperasi dengan menutup beberapa ports pada bridge yang memberikan beberapa jalur data ke seluruh network.

SPA mengindentifikasi sebuah root bridge dan kemudian menentukan jalan melalui network ke root bridge berdasarkan harga termurah. Port bridge yang menyediakan jalur redundan didisable untuk menghindari loop. Akan tetapi, port-port ini dapat digunakan sebagai backup jika port utamanya gagal.

Perbedaan utama antara bridge dan router adalah bahwa sebuah router akan mensupport multiple path diantara networknya. Sebuah bridge hanya bisa menentukan satu path.

Router

------

Router adalah relaying device yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih network, baik secara lokal ataupun melalui WAN. Kunci utama kelebihan router adalah kemampuannya untuk menentukan path terpendek ke tujuan. Tambahannya, router menawarkan kemampuan fault tolerance untuk meroute traffice melalui link alternatif jika link utamanya sibuk atau putus.

Router dapat mentransfer data antara dua network dengan protokol lower-layer yang berbeda (Physical dan Data Link). Jadi, router bisa menghubungkan Ethernet dengan Token Ring. Tapi, agar router berfungsi, protokol pada Network layer dan layer yang lebih tinggi harus sama. Sebagai tambahan, protokol harus routeable. Beberapa protokol seperti NetBEUI tidak routeable.

Router beroperasi di Network layer pada model OSI. Tidak seperti bridge, router melihat IP address, bukan MAC address. Lebih spesifik, mereka hanya melihat pada Network ID dari alamat, bukan host ID.

Router tidak melewatkan broadcast. Badai broadcast dapat terjadi jika banyak host melakukan broadcasting pada saat yang sama.

Routing Table

-------------

Routint table berisi entri dengan IP address interface router dari network yang lain. Ia tidak berisi alamat untuk tiap host pada tiap-tiap network. Ia hanya menyimpan alamat dari router yang menyediakan interface ke network tersebut.

Umumnya routing tabel berisi empat potongan informasi: network address (ID net tujuan); net mask (untuk menentukan subnetting); address dari router untuk network id (near-side address); dan metric (jumlah hop ke
router tersebut).

Cara kerja router

-----------------

Router menggunakan routing tabel yang disimpan dalam memorynya untuk membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan.

Router melihat informasi dari paket yang diterimanya dengan menentukan network id dari IP address. Kemudian ia mengecek network id ini pada routing tabelnya untuk menentukan tujuannya. Jika router dapat meneruskan paket secara langsung ke tujuan, ia akan melakukannya. Jika tidak, ia mencari ip address dari router yang mempunyai interface untuk network tersebut. Ia kemudian mengirim paket ke router tersebut untuk diteruskan. Jika tidak ada entri yang sesuai pada routing tabel, router akan mengirimkan paket ke gateway defaultnya.

Hop adalah pelewatan melalui sebuah router. Jika paket harus berjalan melalui tiga router untuk sampai ke tujuannya, ia dikatakan mempunyai 3 hop.

Saat paket melewati router, MAC address sumber asli dan tujuan dibuang dan dibuat kembali. (Tapi IP address sumber dan tujuan tidak dirubah). MAC address sumber dari host pengirim diganti dengan kepunyaan router dan MAC address tujuan diganti dengan kepunyaan router berikutnya, atau, jika paket bisa diteruskan secara langsung, diganti dengan kepunyaan host tersebut. Process penghilangan dan pembuatan kembali MAC address membutuhkan sumber pemrosesan.

Perbedaan antara static dan dynamic router
------------------------------------------

Ada dua tipe router: static dan dynamic. Static router dikonfigurasi secara manual. Routing tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Tidak ada informasi sharing diantara sesama router. Hal ini mengakibatkan keterbatasan yang jelas karena ia tidak dapat secara otomatis menentukan route terbaik; ia selalu menggunakan rute yang sama yang kemungkinan bukan rute terbaik. Jika route berubah, static router harus diupdate secara manual. Karena static router menyediakan control penuh pada routing tabelnya, ia lebih aman dibanding dynamic router.

Dynamic router mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara ke sesama router. Untuk melakukannya ia menemukan route dan route alternatif yang berada pada network. Dynamic router bisa membuat keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan. Umumnya ia mengirimkan paket ke route yang paling efisien; salah satu yang menghasilkan jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun, jika route macet, dynamic route dapat mengirimkan paket ke route alternatif.

Pertukaran informasi antara router
----------------------------------

Dynamic router menggunakan apa yang disebut sebagai 'interior gateway protocol' untuk mempertukarkan informasi routingnya. Dua dari protokol yang paling umum adalah RIP (Routing Information Protocol) dan OSPF (Open Shortest Path First). RIP menggunakan distance-vector algorithm (DVA) untuk menghitung path routingnya. DVA mendasarkan keputusan routingnya pada jumlah hop yang paling sedikit dan mempertukarkan routing tabelnya diantara router-router yang lain setiap 30 detik. OSPF menggunakan sebuah link-state algorithm yang membutuhkan pemrosesan yang lebih besar dibanding DVA tapi menawarkan kontrol lebih. Tabel routing diupdate sebagaimana memungkinkan.

Geteway

-------

Gateway adalah relaying device yang palin pintar. Ia bisa digunakan untuk interkoneksi sistem dengan protokol, format, bahasa, dan arsitektur yang berbeda dengan cara bertindak sebagai sebuah translator.

Sebuah gateway dapat digunakan untuk menghubungan dua sistem yang secara penuh berbeda seperti sebuah mainframe (SNA) dengan sebuah PC LAN (IPX/SPX). Hal ini mungkin karena gateway melakukan fungsi translasi protokol. Sebagai translator, sebuah gatewah merepackage data yang datang dan merubah syntaxnya untuk match dengan sistem tujuannya.

Karena translation adalah proses yang complex, gateway cenderung lebih lambat dan dapat menjadi bottleneck pada network.

Gateway umumnya dikatakatan untuk berfungsi di application layer pada model OSI. Pada kenyatannya, ia melakukan fungsi keseluruhan layernya.