Juventus merupakan klub sepakbola yang paling populer di italia adalah klub kesayangan penulis. Suka dukanya perjalanan la vechia signora julukan klub juventus selalu penulis pantau. dari mulai sukanya menguasai kompetisi serie A sampai dengan dukanya, tersandung kasus calciopoli. tapi juventus adalah juventus, klub yang selalu menempatkan tradisi juara dalam setiap kancah pertandingan.
Juventus memang bukan klub AC milan yang merajai daratan eropa bahkan dunia dengan berbagai gelar dan juga buka inter milan yang sangat perkasa yang belum terkalahkan di serie A sampai pekan ini, tapi juventus adalah klub yang selalu memelihara tradisi memelihara peluang merengkuh juara dalam setiap kompetisi. Juventus banyak dikhianati oleh banyak hal tapi juventus akan tetap selalu tegar sampai pada titik kulminasi ditinggalkannya oleh para bintang penghianat yang tidak tahu berterima kasih seperti pemain Zlatan Ibrahimovic dan Petric Vieira ke Inter Milan ( lebih parah pindah pada klub yang telah mencuri scudetto ), Gianluca Zambrota dan Lilian Thuram ke Barcelona, Fabio Cannavaro dan Emerson ke Real Madrid akibat Juventus terdegradasi ke kompetisi yang lebih rendah yaitu Serie B.
Musim itu sebelum tersandung kasus calciopoli, banyak yang bilang bahwa itu adalah tim terkuat Juventus yang dihuni oleh para pemain bintang dunia tapi tiba-tiba Juventus berubah menjadi tim yang bukan pilihan singgahnya pemain bintang.Hanya kesetiaan Marco Marchioni, Cristiano Zanneti, dan Boumsong yang memilih bergabung dan membuat Juventus tetap merajai kompetisi Serie B.
Bursa Transfer sebentar lagu mulai dibuka. Juventus mulai menghitung untuk mewujudkan tim impian yang akan dipakai untuk bersaing memperebutkan scudetto atau bahkan bersaing di kompetisi eropa musim depan yang hampir pasti direngkuh juventus. juventus sebenarnya hanya membutuhkan tambalan buat lini tengah yang kurang kreatif dalam membangun serangan. Sederet gelandang tengah kurang optimal ( tidak bisa fleksibel dalam hal bertahan dan menyerang ).Cristiano Zanneti hanya bisa membendung serangan, Antonio Nocerino kurang jam ternbang dan pengalaman, Almiron kehilangan sentuhan dan Thiago Mendes masih belum bisa menyesuaikan kompetisi serie A.
Saatnya juventus mencari pemain yang berkarakter fleksibel dalam hal bertahan dan menyerang seperti yang tertanam dalam pemain Frank lampard dan Van Der part. Dua pemain ini akan mengembalian tim impian juventus yang hilang. penulis yakin juventus akan kembali ke treknya yang semula, menguasai kompetisi dengan pertahanan terbaik dengan bonus strategi penyerangan di setiap lini.
Jika jadi dua pemain itu berlabuh di juventus pada bursa transfer ini atau pada musim depan, maka juventus akan mempunyai deretan pemain hebat yaitu :
Formasi 4-4-2
Buffon/Belardi, Zabina/Grygera, Legrotaglie/Boumsong, Andreade/Chielini, Molinare/Birindelli, Cammoranesi/Marchioni, lampard/Nocerino/Thiago, Van der Part/Zannetti/Almiron, Nedved/Salimahidic, Del Piero/ Palladino, Trezeguet/laquinta.