XL Diskon Tarif Hingga 90 PersenJAKARTA - PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) meluncurkan tarif bebas murah lagi yakni hanya Rp0,1/detik. Mereka mengklaim tarif ini dapat didapat tanpa syarat apapun dan ke seluruh operator di Indonesia.Akan tetapi, tarif ini hanya berlaku hingga 30 April 2008 dengan beberapa ketentuan. Misalnya, untuk di area Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah bagian selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Lombok dapat menikmati tarif ini setelah melakukan percakapan selama 150 detik. Untuk 150 detik pertama dikenakan tarif murah Rp10/detik. Kemudian di menit ke 30, dikenakan Rp1/detik dan seterusnya.
Untuk area Sumatra dan sekitarnya dikenakan tarif Rp12,5/detik di dua menit pertama dan menit berikutnya hingga menit ke 30 diberlakukan tarif Rp0,1/detik, dan seteleh menit ke 30 dan seterusnya berlaku Rp1/detik.
Tarif yang berlaku di area Sulawesi dan Kalimantan sedikit berbeda dibandingkan area lain karena XL memberlakukan jam sibuk dan jam tidak sibuk. Di Kalimantan jam sibuk dimulai pukul 11.00 pagi sampai pukul 24.00. Sementara di Sulawesi jam sibuk dimulai jam 17.00 sampai pukul 23.00.
Tarif yang berlaku pada jam sibuk di dua area itu adalah Rp10/detik di 150 detik pertama, dan di detik seterusnya berlaku Rp1/detik. Sementara di jam tidak sibuk dikenakan tarif Rp10/detik di 30 detik pertama, dan Rp1/detik di detik berikutnya.
"Pada saatnya nanti perang tarif akan berhenti. Cuma, saat ini perang sudah tidak bisa dihindari lagi dan operator-operator sudah terperangkap dalam strategi perang tarif ini," kata GM Marketing Prepaid XL Bayu Samudiyo di Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
Dia menambahkan, dengan strategi tarif baru ini XL akan menambah jumlah pelanggannya mencapai 20 persen dari pelanggan tahun 2007 yang mencapai 15,5 juta.
Bayu juga menyatakan, XL sudah mengantisipasi kemungkinan aksi dari operator lain yang merasa terancam dan kemudian melakukan tindakan buruk terhadap jaringan XL. "Kalau seandainya mereka melakukan hal tersebut (memblocking panggilan XL terhadap pelanggan mereka) itu hak mereka. Tapi saya yakin mereka tidak akan melakukan hal tersebut, karena kami juga tidak pernah melakukan hal tersebut terhadap mereka," tandasnya.